Outing di Desa Wisata “Pramuwisata pun Butuh Refreshing”


Turis yang di antar guide

SLEMAN –Majalah burung pas.com, Guide atau pramuwisata adalah profesi yang identik dengan kegiatan piknik atau plesiran. Mereka mengantar wisatawan kemanapun mereka suka, ke mana mereka inginkan.

Berbagai obyek dan daya tarik wisata mereka kunjungi sambil melayani tamunya yang berasal dari berbagai kalangan dan berbagai daerah asal, baik domestik maupun manca negara.

Namun ternyata saat-saat tertentu mereka pun mengalami kejenuhan, atau bahkan stress karena kompleksitas persoalan yang mereka hadapi dalam keseharian. Dalam upaya melakukan refreshing pramuwisata, Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Koya Yogyakarta melakukan kegiatan outing dan refreshing, Minggu 4 Desember 2011 di desa wisata Pentingsari.

Kegiatan outing ini dibarengkan tepat pada Harlah Pertama DPC HPI Kota Yogyakarta. Demikian dinyatakan Ketua HPI Kota Yogyakarta Imam Widodo di sela-sela berlangsungnya kegiatan, Minggu 4 Desember 2011 di desa wisata Pentingsari Cangkringan Sleman.

Iman menambahkan bahwa tema yang diangkat dalam kegiatan tersebut adalah“Indahnya Kebersamaan”. Hal ini dimaksudkan bahwa kebersamaan memiliki arti yang sangat penting dalam upaya menjalankan sektor pariwisata. Dalam hal ini kebersamaan tidak hanya sebatas pada kebersamaan guide atau pramuwisata, namun pada semua stakeholder yang berkaitan dengan kegiatan-kegiatan kepariwisataan.

Pihaknya yakin apabila kebersamaan tersebut dapat dibangun secara sinergis di wilayah DIY ini maka sektor pariwisata akan dapat berkembang dengan pesat.

Ditambahkan bahwa kegiatan yang dilakukan oleh sekitar 100 orang pramuwisata tersebut diantaranya senam aerobic dan outbound. Disamping itu juga sekaligus dilakukan kegiatan dalam rangka melakukan konsolidasi internal dalam upaya meningkatkan profesionalisme pramuwisata.

Sementara itu Kepala Seksi Dokumentasi dan Informasi Pariwisata Disbudpar Sleman Wasita, SS, MAP saat menghadiri acara tersebut mengungkapkan bahwa kegiatan outing komunitas pramuwisata di desa wisata akan memberikan dampak positif yang lebih besar terhadap upaya pemasaran wisata khususnya bagi desa wisata. Dengan melakukan kegiatan di desa wisata maka mereka akan mengetahui secara total potensi yang ada.

Untuk kemudian tentunya dipasarkan dan ditawarkan kepada calon wisatawan. Sehingga diharapkan kedepan pramuwisata disamping mengajak ke obyek-obyek yang sudah banyak dikenal juga menjadikan desa wisata sebagai alternatif pilihan.

Disisi lain hal ini akan lebih memperluas promosi desa wisata sebagai tempat yang layak untuk melakukan kegiatan meeting, incentive, converence dan exhibition (MICE) meskipun dalam skala kecil dan menengah.

Bahkan desa wisata bukan hanya untuk kegiatan berwisata, belajar seni budaya dan kehidupan masyarakat lokal  ataupun outbound semata, namun juga layak untuk kegiatan pertemuan keluarga, lembaga atau organisasi bisnis maupun non bisnis. Mengingat beberapa desa wisata di Sleman mampu mengakomodasi wisatawan hingga jumlah 200 – 300 dan bahkan lebih dalam sekali kunjungan.- “patma

 

Sharing Berita

Berita Terkait


Tidak Ada Komentar


0){; ?>

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi