Harga sapi Indonesia masih terpuruk, petani masih enggan mengembangkan peternakannya
PETERNAKAN SAPI YANG MASIH DROP HARGANYA
Majalahburungpas, Ini kabar baik buat para penggemar sapi, dan para peternak di Indonesia. Pasalnya setelah beberapa bulan harga sapi terpuruk, kini makin menggeliat.
Info yang beredar, Australia yang akan menghentikan ekspor sapi hidup ke Indonesia, akan menjadi pemicu naiknya harga sapi. Kiriman daging sapi dari negri tersebut banyak di protes oleh para pelaku usaha dan peternak Indonesia, karena beredar rekaman dan terjadi kekejaman.saat dalam penyembelihan, selain ekpor sapinya mampu membungkan hanga sapi local untuk tidak naik.
Penghentian ekspor sapi hidup maupun daging sapi dari Australia merupakan langkah terbaik dari pemerintah untuk kembali menggairahkan masyarakat, agar pelaku usaha dan peternak kembali mau memelihara sapi. Saat ini masayarakat atau khususnya peternak masih enggan memelihara sapi, karena harganya anjlok sampai pada titik yang paling rendah.
Harga naik, tentu peternak akan kembali bangkit dan mampu menggerakan ekonomi, Berbeda ketika sapi yang awalnya di beli 20 juta rupiah, menjadi merosot, yang sekitar 6 - 9 jutaan. Di pedesaan, juga terpantau demikian, seperti halnya di daerah Gunungkidul yang kondang sebagai gudang sapi, harga di sana juga kurang bersahabat.
Salah satu petani yang sempat memberikan komentarnya, harga beli 8 jutaan tapi kini bila mau di jual hanya laku 3 - 4 jutaan, sehingga ini sangat merugikan bila di jual, masih mending omm .. ! bila harga tersebut, langsung di bayar, sebab pedagang kadang juga milih- milih harga yang murah tapi lebih kualitas. Bagi petani tak ada pilihan karena musim anak masuk sekolah perlu biaya besar sehingga, sapi pilihannya. “Kata peternak yang engan di sebut jati dirinya tersebut. “Yom/rat
