Devisa negara RI meningkat ekonomi tumbuh 7 persen
ILUSTRASI "CADANGAN DEVISA MEroket EKONOMI TUMBUH 7 PERSEN
Jakarta, majalahburungpas.com, Indonesia menunjukkan tren merangkak membaik selama lima tahun terakhir, hal ini tercatat Pertumbuhan ekonomi yang diukur dari angka produk domestik bruto (PDB) terus mengalami peningkatan.
Indikator kenaikan ekonomi ini seperti di sampaikan presiden kamis 21 Juli 2011, lima tahun secara nyata dan sesuai progress ekonomi menunjukan perkembangan," kata Presiden Yudhoyono di Hotel Shangrila Jakarta.
Seperti kita ketahui pada tahun 2000 PDB tercatat Rp1.340 triliun, dan lima tahun kemudian menjadi Rp2.296 triliun ini berarti ada pertumbuhan yang sangat menggembirakan selain PDB tersebut mampu tembus Rp7.250 triliun.
Presiden menambahkan prestasi ekonomi Indonesia lainnya, pendapatan perkapita di tahun 2004, dan perkapita baru sekitar US$1.186, melompat menjadi US$3.500 tahun ini, sedang cadangan devisa juga melesat, hingga US$120 miliar, dibanding tahun 2000 yang baru US$36 miliar. “Kata Presiden Susilo Yudoyono dalam konfrensi internasional tersebut.
Keberhasil pembangunan ekonomi Indonesia beberapa tahun terakhir ini, menurut DBS Bank, Indonesia layak meraih predikat sukses di Negara asia tenggara di bad 21
David W Carbon, Managing Director of Economic Recovery and Research DBS Bank, tersebut menguraikan, Indonesia dengan penduduk terbanyak keempat di dunia tentunya ideal sebagai tempat berinvestasi bagi investor asing yang layak menjadi bahan pertimbangan.
Di lain sesi, berkaitan dengan meningkatnya jumlah cadangan devisa yang telah tembus sekitar US$120 miliar, dan melampai target ke level Invesment garde, maka dinilai juga masih banyaknya pekerjaan yang harus diselesaikan pemerintah, untuk bisa mencapai investment grade tersebut.
Presiden juga terbuka, bahwa Indonesia masih ada permasalahan di daerah –daerah yaitu infrastruktur yang masih kurang memadai,sehingga menghambat kebijakan pembangunan ekonomi.”team red *
