Gusti Prabu Kembali Nahkodai KONI DIY


GUSTI PRABU DI HADAPAN PARA TAMU UNDANGAN

Yogyakarta-majalahburungpas.com, Seperti yang telah diperkirakan sebelumnya, KGPH Prabukusumo kembali dipercaya menahkodai KONI DIY Periode 2013-2016, setelah secara aklamasi memenangkan pemilihan ketua umum dalam Musyawarah Olahraga Propinsi ( musorprop)  VII. Kemenangan Gusti Prabu tersebut memang tidak terlepas dari keberhasilannya dalam memimpin KONI DIY pada periode sebelumnya.

                Dengan terpilihnya  kembali Gusti Prabu insan olahraga DIY pun semakin optimis menatap prestasi pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX Tahun 2016 di Jawa Barat, pasalnya selama di bawah ke pimpinan Gusti Prabu berbagai prestasi dapat diraih para atlet DIY. Selain itu roda organisasi dapat juga berjalan dengan baik, sehingga pembinaan para atlet dapat berjalan dengan lancar.

                Dan dengan telah terpilihnya Gusti Prabu, dengan didampingi dua anggota formatur terpilih, Sukiman Teguh Raharjo serta Rumpis, selanjutnya akan menyusun kepengurusan KONI DIY masa bakti 2013-2016.

                Ketika dimintai tanggapannya Gusti Prabu mengatakan setelah dilantik nantinya akan segera konsentrasi mempersiapkan segala sesuatunya guna menyongsong PON XIX di Jawa Barat. Dan salah satu program yang terdekat dalam persiapan menghadapi PON 2016 yang akan datang adalah menyelenggarakan Pekan Olaharaga Provinsi pada Oktober 2013 di GunungKIdul.

                Dengan persiapan yang matang, sambungnya, nantinya para atlet DIY mampu mendulang medali serta dapat memenuhi target yang dicanangkan KONI DIY. Gusti Prabu optimis target medali pada PON XIX Jawa Barat pasti akan tercapai.

                Sementara itu Gubernur DIY dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan wagub, Paku Alam mengatakan untuk meraih prestasi istimewa dalam mendulang medali hendaknya juga didukung oleh kesiapan sumberdaya, baik sumberdaya manusia maupun sumber dana. Namun demikian semua itu harus diawali dengan pembinaan secara serius serta berkesinambungan pada perkumpulan atau klub yang ada.

                Peningkatan pembinaan ini, lanjut Sultan, salah satunya dengan mengirimkan pelatih ke luar daerah atau keluar negeri guna meningkatkan sumber daya pelatih. Sedangkan untuk penjaringan atlet dapat dilakukan melalui lembaga pendidikan tinggi atau dengan pengembangan bibit-bibit olahraga terhadap anak-anak pada usia dini di sekolah-sekolah.

                “Dan hal terpenting yang harus diingat, pembinaan olah raga di daerah merupakan tanggung jawab kita bersama, baik pemerintah daerah, KONI, sekolah, Preguruan tingi, Swasta termasuk juga oleh masyarakat sendiri” pungkas Sultan mengingatkan.anjar"

Sharing Berita

Berita Terkait


Tidak Ada Komentar


Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi