Perajin kipas tangan tetap eksis, walaupun di himpit produsen kipas bermesin


Jiyo kipas

MAJALAH BURUNG PAS.COM, Perajin hand kipas di tengah himpitan kipas mesin masih tetap laku. Jiyo asal Bantul merupakan salah satu perajin kipas tangan yang berkiprah untuk menyejukan susana dan ruangan bagi pencari hawa sejuk.

Awalnya keahlian di dapat secara otodidak, Bapak 2  anak ini mengakui, Usahanya  terbilang hasil Ndeso /kampung, tetapi Ia tidak ragu untuk selalu mengedepankan produksi, walaupun usaha di himpit kipas bermesin yang di produksi pabrik.

Dia juga tak  menampik, bila usaha yang di rintisnya,  merupakan suatu pekerjaan yang menjanjikan serta  memiliki prospek besar untuk meraup pendapatan.

Sepuluh tahun usaha di rintis, memang mengalami suka duka, Namun berkat kejelian dan ketatenan, Alhamdulillah, usaha bisa berkembang hingga sekarang “Ujar Jiyo saat di temuai di kawasan wisata Goa Selarong tersebut. 

Dia juga membeberkan, kini kerajinan kipasnya memiliki pelanggan yang cukup banyak, yang tersebar di beberapa daerah, semisal, Jakarta, Bali, Surabaya, dan local Jogja.

Ia juga menambahkan sehari melakukan pengiriman barang  minimal 1000 buah ke tempat pengepul tersebut.  "Ketika di cerca pertanyaan soal kegunaan kipasnya, memang beragam kegunaan, selain untuk kipas dadakan, saat panas di dalam ruangan,  juga sebagai kipas Sauvenir, saat ada hajatan manten bagi si mempelai, kipas buatan kami juga di pakai sebagai salah satu tarian kipas di Sumatera.

Sedang berbicara harga,  tentu juga fariativ, mulai dari yang sederhana Rp. 850 hingga 2500 perbuahnya, dan  produk ini merupakan yang terlaris.

Ada 3 Model kegunaan kipas, yang pertama untuk souvenir tadi,kedua untuk kesenian, dan terakhir untuk kipas dadakan yang di pasarkan oleh para bakul di tempat tempat wisata dan lainnya.

“Saya sangat enjoi melakukan kegiatan ini, sebab dari sinilah saya bisa Ngliwet (menanak nasi) hingga dapur bisa ngebul, “Canda Jiyo,  di lain itu ada juga kebanggan yang lain Pak,  karena “saya termasuk bagian dari yang ikut mengentasan kemiskinan, karena dari kegiatan seperti ini, mampu menciptakan lapangan kerja, hingga dapat menjaring tenaga kerja,  yang sementara 20 orang, baik putra dan putri, mereka juga memperoleh penghasilan  dari borongan, harian maupun mingguan.

“Jelas usaha akan kami kembangkan terus, tetapi secara bertahap, “Syukur anda mau memberitakan terus, sebab ini termasuk  bagian dari marketing,  “timpalnya lagi.

Ketika di sodok perihal pengembangan dari segi permodalan, Ia mengakui " selama ini saya hanya mengandalkan, uang pribadi dan tak pernah dapat bantuan dari Usaha Kecil  dan  Menengah (UKM) dari pemerintah Bantul  “pungkas Jiyo. Nur/rat/fiq     

 


 

Sharing Berita

Berita Terkait


2 Komentar


maria kuswardhina
14 July 2013

saya mau beli produk kipasnya yang ukuran besar yang untuk menari. kira2 sejumlah 10 buah. Menghubungi kemana ya? Harga per buahnya berapa?

Balas
maria kuswardhina
14 July 2013

saya mau membeli produk kipasnya yang ukuran besar, untuk menari. Kira2 sepuluh buah. Harga per buah berapa? Saya bisa menghubungi kemana? Terimakasih.

Balas

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi