Diklat kenari aksi Kunjungan Ke Breeding, Banyak Ilmu Baru Di Dapat Peserta


peserta diklat kunjungan ke farm breeding kenari 11 Mei 2013 lalu

Majalahburungpas.com, Ada hal baru yang belum pernah dilihatnya ketika mengikuti diklat beternak kenari di saat melakukan kunjungan ke farm –farm para peserta tentu tidak sedetail  ketika sudah ikut diklat, termasuk hal kecil dalam persoalan breeding dimana sering di anggap kecil tetapi justru besar manfaatnya.

Demikian ungkapan beberapa peserta diklat ternak kenari yang diadakan majalahburungpas.com dan Jogjakicaumania Entrepeneur Center, saat melakukan kunjungan ke Padepokan Kenari Jogja (PKJ).

Ungkapan di atas dilontarkan peserta di saat melihat Isnawan, pemilik PKJ, memberi contoh cara mendinginkan kandang dengan cara menyemprotkan air ke kain yang menempel di kandang.

 Selain penyemprotan, hal –hal baru yang kurang dipahami peserta diklat adalah cara memegang burung yang benar. Ada juga cara mengawinkan hingga pengkondisian kandang yang nyaman bagi kenari. Dan mereka pun juga terkagum serta heran, pintu kadang dalam posisi terbuka tetapi burung tidak lepas.

Menurut para peserta, meski sudah menjalankan usaha peternakan tetapi kegiatan-kegiatan seperti yang dicontohkan di atas tidak pernah dilakukan. Bahkan untuk memegang burung saja tidak pernah dilakukan. Dalam mengawinkan, burung tidak ditunggui dan tidak dalam dua kandang dengan cara membuka pintu lalu didekatkan guna merangsang pejantan.

Dalam kunjungan tersebut, selain memberi contoh, Isnawan juga menjelaskan banyak hal. Penjelasan tersebut antara lain, apabila kita masuk kandang terasa kepanasan maka bisa dipastikan burung juga merasakn hal yang sama. Selain memperhatikan kondisi udara di sekitar kadang, perlu kiranya memperhatikan satu persatu kondisi burung.

Apabila didapati satu atau dua ekor yang sangat kepanasan maka perlu ada pendingin. Pendingin tersebut bisa dengan cara menyemprotkan air ke kain yang menempel di kandang.”Burung pun boleh sering-sering kita pegang. Namun harus dengan cara yang benar, yaki kepala agak ditegakkan ke atas sehingga tidak tercekik” sambungnya.

Dalam mengawinkan,lanjut Isnawan, sebaiknya juga ditunggui. Setelah pagi dikawinkan, pada seekor betina yang sama masih bisa dikawinkan kembali pada sore harinya. “Agar kondisi bisa fresh kembali dan siap kawin lagi pada pagi harinya, selain diberi vitamin yang mengandung A, D, E pejantan perlu istirahat yang cukup. Istirahatkan burung mulai jam 6 sore dengan cara dikerodong” tutupnya member saran. tim redaksi

 

Sharing Berita

Berita Terkait


Tidak Ada Komentar


Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi