Bosan jadi pelomba beralih ke breeder kicauan


LOVE BIRD HASIL BREEDING YANG BARU UMUR 2 MINGGUAN

Surabaya-majalahburungpas.com, tak selamanya lomba kicauan itu di minati pengobis burung kicauan, seperti halnya peternak yang satu ini, Ia lebih suka melirik breeding dari pada lomba.

Ketika media pas ini menyambangi di kedimannya pria  bernama Wibowo (40) memang telah beralih menjadi penangkar lovebird. Meski baru setahun menjalani profesi barunya. Pria yang tinggal di Jetis Kulon, Surabaya berhasil melahirkan anakan lovebird jawara.

Berawal dari empat pasang indukan produktif, kini Ia sudah memiliki 15 pasang indukan produktif yang siap melahirkan anakan lovebird dengan kualitas jawara. Salah satunya “Pangeran” yang notebene sebagai indukan jawara didaulatnya menjadi penghasil lovebird berkualitas.

Dari hasil penjodohan “Pangeran” sudah memproduksi lebih dari 10 ekor anakan yang dibeli konsumennya, yang rata-rata adalah teman sehobi waktu Ia berlomba burung berkicau. Memakai lahan kosong dilantai dua rumahnya dengan ukuran 3x6 meter.

Suami Mufidatul Khusnah (38) berhasil menangkar lovebird dengan jenis mayoritas kacamata hijau.

Sebelum memakai lahan kosong dilantai dua rumahnya, awal menangkar Ia menggunakan lorong disamping rumah untuk menempatkan kandang soliter tangkarannya. Namun tidak membuahkan hasil, bahkan lovebird tangkarannya cenderung memiliki karakter penakut dan tidak efektif berproduksi. Setelah mengamati kegagalan tersebut dan mendapat informasi dari teman. Akhirnya Ia memindahkan dilantai dua yang semula adalah tempat menjemur pakaian.

Setelah ditempatkan di lantai dua, alhasil lovebird miliknya mampu berproduksi sampai saat ini. Dan anakannya pun merupakan anakan jawara. Hal ini terbukti ada salah satu konsumen yang membeli hasil ternakkannya dan dilombakan mampu menjadi jawara meski masih setingkat latberan. “Saya baru tahu setelah dikabari pak Erianto juri lulusan diklat juri BnR Jatim, lovebird tangkaran saya juara,” katanya.

Masih penuturannya, agar berhasil menangkar lovebird. Hal yang perlu diperhatikan selain indukan berkualitas adalah lokasi penempatan kandang. Selain harus mendapatkan sirkulasi udara yang cukup.  Cuaca yang terlalu dingin dapat mengganggu produksi dari lovebird itu sendiri. Jadi udara yang stabil dalam artian tidak panas namun terasa sejuk merupakan cuaca yang cocok untuk sang burung bercinta tersebut.

Sistem penangkaran yang dilakukannya adalah dengan menggunakan kandang soliter. Karena menurutnya, kandang koloni lebih beresiko merusak burung yang sudah menemukan jodohnya.  “Kalau ada penghuni baru, bisa-bisa penghuni lama memburunya dan akhirnya bisa saling bertengkar,” ucapnya.

 Seperti penangkar lovebird pada umumnya, lovebird miliknya mengalami masa penjodohan. Proses penjodohannya memakan waktu antara dua minggu lamanya. Apabila sudah birahi, proses perkawinan hanya memakan waktu 2-3 hari. Setelah dua minggu lamanya, indukan akan mulai bertelur antara 2-4 butir. “Tandanya bisa dilihat disekitar duburnya yang mulai buncit seperti perut wanita hamil,” terangnya. Baru setelah bertelur, masa pengeraman terjadi selama 24 hari.

Setelah mengalami proses menetas, bapak dari dua orang putra, Mohammad Rafi Hafizh (9) dan Aqila Keyza Assahrai (3). Memilih meloloh anakan dengan tangannya sendiri dari hasil penetasan ketimbang diloloh oleh sang induk. “Sekitar umur dua minggu sudah saya ambil dan saya kasih makan bubur instan yang dicampur voer,” katanya.

Yang lebih ekstrim, anakan yang baru berumur dua pekan diambilnya dari sang induk. Lalu tidak ditempatkan dalam wadah khusus seperti dalam inkubator yang biasa digunakan penangkar lainnya. Ia hanya menempatkan anakan tersebut dalam kandang kecil seukuran kandang hamster. Tetapi, dalam kandang tersebut diberi selembar potongan kain kecil yang berfungsi untuk selimut anakan tersebut.

“Yang penting adalah suplai makanan tidak telat. Setiap tiga jam sekali diberi makan, dan biasanya malam hari sebelum tidur saya beri makan juga” tuturnya. Meski terbilang ekstrim, namun selama ini anakan yang diperlakukannya tidak mengalami umur pendek alias mati. Bahkan Ia pernah berhasil merawat 13 ekor anakan dengan cara tersebut.

Dari jenis lovebird yang diternakan, selain kacamata hijau. Ia juga ber-eksperimen menyilangkan beberapa jenis lovebird. Antaranya, hijau polos dan pastel hijau yang menghasilkan pastel kuning. Menurut Ia, hasil silangan tersebut bisa berhasil asalkan dari indukannya murni 100 % warna aslinya bukan hasil silangan juga.

Dibandingkan dengan burung kicauan lainnya. Menurut Ia menangkar lovebird lebih muda, karena pakan berupa biji-bijan dan sayuran sangat mudah didapat dipasaran. Ketimbang pakan burung kicau lain yang cenderung tidak stabil dan terkadang sangat langka didapatkan. 

Keberhasilannya selama ini tidaklah semata-mata diperolehnya tanpa ada halangan dan rintangan. Terkadang sesekali Ia mengalami kerugian dari sisi harga. Karena lovebird tangkarannya oleh beberapa konsumen disamaratakan dengan pedagang dipasaran.

Dan yang paling serius sampai pada kematian sang indukan berkualitas. Saat wartawan media ini bersinggah ke kediamannya, indukan jenis pastel hijau berkualitas mati karena usianya sudah tua.

“Memang burung ini telo'en (penyakit burung dengan ciri kepala seperti patah) tapi hasilnya bagus-bagus,” katanya dengan mimik menyesal. Meski sudah sering jatuh bangun, Wibowo tetap semangat untuk terus menangkarkan  lovebird.

Bahkan setelah melihat keberhasilannya yang diperoleh dengan jerih payah selama ini. Kedepannya Ia mengungkapkan akan menangkarkan jenis lovebird lutino, albino dan menyilangkan beberapa jenis warna  lovebird dengan lebih fokus, Bahkan saat berhasil menernak burung paruh bengkok dukungan mengalir dari keluarganya semakin kencang, dan ini berbeda ketika hanya menjadi pelomba, anak dan istri saya Mas, lebih senang kalau menangkarkan burung.

Bahkan Aqila sudah bisa memberi makan lovebird anakan sendiri,” tutupnya ketika memberikan sejumpa info kepada majlahburung pas.com ini.  (SCS)

Sharing Berita

Berita Terkait


1 Komentar


Rika Yuni
12 February 2013

Bagus banget infonya. Baik untuk motivasiku sebagai pemula.

Balas

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi