Tanggalkan status pedagang keliling Sudiharjo Pucung Tekuni Usaha Burung Perkutut
BP. H. SUDIHARJO PETERNAK PERKUTUT PENSIUN DARI KELILINGAN MEMEILIH BETERNAK
Media majalahburungpas.com, kisah peternak yang satu ini baru terungkap saat awak media ini menyambangi di rumah sekaligus tempat usaha burung perkututnya.
Yaaa, bapak H. Sudiharjo merupakan salah satu peternak perkutut yang sebelumnya malang melintang di Jawa dan Bali yang waktu itu keliling sebagai pedagang burung dengan cara memikul.

Peternak perkutut H.Sudiharjo
Saat wartawan majalahburungpas.com, melakukan bincang bincang 14 Agustus 2016, di rumahnya RT 03 Jatirejo Pucung wukirsari Imogiri bantul, Dirinya mengaku gembira bisa beternak perkutut dengan secara santai.
Lebih lanjut di paparkan Dirinya memulai breeding perkutut tahun 2016, dan ini di jalankan untuk menyalurkan hobi yang memang ada nilai ekonomisnya.
Semula menjadi penjual burung sejak 1970, dagang di jakarta, ke bali tahun 1987. Tahun 2013, berhenti, dan usaha di bali di teruskan ke tiga anak, yang berada di 3 tempat 1 orang jakarta. Berhenti karena akan tahun 2015 setelah naik haji fokus ternak buurng perkutut.
Meski bisa di bilang baru namun setelah enam bulan produksi dari 10 pasang induk, usaha saya ini akan terus kembangkan apalagi 60 kandang yang terpasang sudah siap akan induk-induknya.

KANDANG PARM PHS BESUTAN H. SUDIHARJO PUCUNG JATIREJO
Memelihara perkutut lebih tentram hidupnya mengikuti naluri simbah simbah ungkap Pak Haji ini yang memiliki cita cita sebelum naik Hajii memang akan beternak, dulu tahun 1990 an sudah beternak sebanyalk 10 kandang, jadi ini saya kembali ke rencana dulu istilahnyA balik kandang, kemudian rencana mau 100 kandang induk perkutut.
Soal hasil produksi tak soal karena akan di jualkan kepada anak anak di Bali dan Jakarta. Beternak bisa berkembang kata orang tua dulu ‘itu adalah waris artinya bagi yang bisa mengembangkan dengan tangan dingin maka ya akan bisa berhasil.
Ndak tahu namun nyatanya saya bisa demikian, meski tips yang lain dalam breeding ini juga perlu modal suka atau hobi terlebih dahulu ‘papar pemilik dari farm perkutut PHS di kawasan desa wisata Pucung Rejo tersebut.
Di akhir perbincangan H.Sudiharjo mengaku dalam beternak awal bertelur dan menetas menandakan usaha bisa berkembang, nah ini terbukti sudah 80 persen produksi.
Soal harga induk kisaran terendah sepasang antara 750.000, Rp 1000.000 terkait harga jual ya melihat kualitas burungnya pungkasnya.Bpak sudiharjo bisa di kontak di nomor hp. 08179777495. Ym/fiq
