Susahnya menjadi kung mania alit


susahnya mengendong sangkar sejauh 15 km hanya untuk ikut lomba

Lomba perkutut mengasyikan bagi kung mania yang mampu menikmati suara anggungan burung saat sedang berbunyi.

Dibalik asyinya tersebut menurut salah satu pelomba burung perkutut, Wisnu broto asal Godean sleman, setiap akan ikut lomba merasa pegal dan sakit karena harus membawa burung dengan cara di gendong bersama sangkarnya hingga sampai lokasi.

Lebih lanjut pria ini mengatakan, saya sudah cukup gembira seperti ini, namun begitu susahnya menjadi pelomba atau kung mania alit/kecil seperti saya sebab harus menggendong sejauh 15 km dari rumah.

Masih mending ooomm... bila burung juara dan moncer dapat terobati, tapi bila tak masuk yaa,,, enak kung mania besar selain teriakannya juga di perhatikan oleh yuri.

Kalau kung mania yang lain atau peternak perkutut besar, tentu bawa mobil dan tinggal pancal serta bayar sopir dah beres "ungkap Broto minggu 10 Februari 2013 ketika di ambil fotonya yang akan berkemas, sambil merasakan nihilnya prestasi.

Pemandangan gendong sangkar seperti ini banyak di lakukan oleh kung mania DIY, hanya sekedar untuk mengikuti lomba. red"

Sharing Berita

Berita Terkait


Tidak Ada Komentar


0){; ?>

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi