Rindi, Gadis belia jadi ‘Asisten Juri’ Perkutut
penancap bendera gadis belia "Rindi"
- Majalahburungpas.com, Lazimnya penancap bendera di sebuah lomba perkutut mayoritas kaum laki-laki, tetapi di Jogyakarta pemandangan unik sering terjadi di lapangan gadis belia yang bersedia terjun di dunia konkurs perkutut menjadi penancap bendera tanda bunyi dan koncer. Rindi terjun ke ranah konkurs rupanya memiliki tantangan dan keasyikan tersendiri karena telah mendapat asupan sang ayah yang juga juri nasional.
Rindi Cahyani Prawestri nama lengkapnya Ia selalu tampil dalam gelaran konkurs perkutut tersebut dengan percvaya diri, menariknya meski masih belia, ia tak sungkan bergaul dengan para bapak-bapak pengemar perkutut saat sedang bersama sama untuk saling tugas sebagi penancap bendera warna warni. Dan Rindi pun menjadi satu-satunya srikandi yang berkeliling arena, dari gantangan ke gantangan lainnya. Tubuhnya yang langsing tampak gesit berlari menancapkan setiap bendera di setiap gantangan.
Menurut Aryani, sang ibunda, sudah dua tahun Rindi terjun sebagai “asisten juri” perkutut. Ketertarikan Rindi yang kini duduk di bangku kelas XI di SMAN Wates ini terjun sebagai penancap bendera dalam setiap gelaran latber perkutut berawal dari seringnya mengikuti sang ayah di setiap gelar lomba perkutut, Bahkan saat lomba HB cup 2011 juga bertugas.
Yah, bak kata pepatah, buah tidak akan jauh jatuh dari pohonnya. Begitulah Rindi, yang mencoba mengikuti jejak ayahnya, Untoro Wirat Songko. Untoro yang di kenal sebagai juri nasional memang selalu melibatkan satu-satunya anak perempuan ini.
Lebih jauh diungkapkannya meski masih berstatus sebagai pelajar akan tetapi kegiatan tersebut tidak menganggunya. Apalagi hanya setiap hari minggu. Bahkan kedua orang tuanya sangat mendukung langkah Rindi. “Untuk mencari rejeki/ uang kan tidak harus menjadi pegawai negri mas” sambung sang ibu.
Menjawab pertanyaan majalahburungpas terkait cita-citanya, Rindi kelak pingin masuk Akpol. Namun begitu karena sudah jatuh hati ke penjurian perkutut nantinya kegiatan ini akan tetap diteruskan. Apalagi dalam waktu dekat akan mengikuti diklat (pendidikan dan latihan) juri perkutut yang diadakan oleh P3SI Korwil Yogyakarta.
Selain selalu terlibat dalam latber yang di gelar P3Si Korwil Yogyakarta, Rindi juga pernah terjun dalam kegiatan serupa tingkat nasional yaitu Hb Cup perkutut di Alun alun sealatn 2011 Oleh karenanya ke depan Rindi akan terus mendalami peraturan serta ketentuan-ketentuanya terkait dengan penjurian, di samping yuri perkutut masih minim, dan adanya hanya di Jakarta.
Kalau soal Honor Ia tak jadi soal sebab hal itu sebagai sarana belajar dan pengetahuan meski selama ini di akui selalu belajar dari sang ayah. Sedang ayahnya memberikan komentar berbeda ketika sudah menjadi Juri nasional “honornya bisa lumayan besar, sebab bisa lebih dari 3,5 x harga tiket, bayangkan saja misal tiket 150.000 berarti bisa 450.000 plus transpot dan lainnya sekali event “kata sang Ayah. anjar.
