Putra bapak ujang dalam kenangan pergi untuk selamanya
ALMARHUM DEDE BERKAOS LOREK SAAT DI AMBIL DI LOMBA PERKUTUT DI KRETEK BANTUL 2012, (PALING KANAN)
Inalilahi wainaillaihi Rojiunn, media online majalahburungpas.com, Tokoh dan pencetus lomba piyik perkutut Bapak Ujang yang tinggal di jalan Wonosari km 8,5, Jogja Rabu 23 Januari 2013 kehilangan salah satu anaknya bernama Dede.
Mas Dede yang masih perjaka ini di mata keluarga termasuk yang patuh dan pekerja keras, terutama saat dalam menjalankan tugas usaha merawat perkutut seperti bapaknya. Dede meninggal di Pulau Bali saat sedang menjadi salah satu perawat perkutut, dan meninggal karena atau di duga di gigit ular berbisa sejak Rabu 16 januari 2013 yang lalu.
Jenazah akan di kebumikan di tanah kelahirannya di Kota Tasikmalaya Jawa barat 24 Januari 2013. Saat di turunkannya berita ini, keluarga dan para pelayat sudah pada menunggu jenazahnya yang akan transit sekitar 1 jam di Rumah Duka jalan Wonosari Gandu Sleman, namun saat di tulisnya ini pesawat masih dalam perjalanan menuju bandara Jogja. Keluarga besar majalahburungpas.com ikut belasungkawa semoga arwah almarhum di terima Yang maha Kuasa dan di ampuni segal dosanya, Amien.
Berikut, kata - kata terakhir kepada wartawan medii ini beberapa waktu yang lalu, Halo brooo..., makin sukses aja liputannya, banyak teman dan keluarga saya yang mendapat informasi dari muatanmu.
Semoga majalahburungpas.com dapat ikut memajukan perkutut di tanah air, dan mmapu mendorong segal usaha dapat maju dengan baik, saya yakin semua itu bisa, salam sukses selalu buat kung mania, semua, demikian “kata terakhir di bulan september 2012 yang lalu di saat dalam kandang perkututnya. Tak menyangka ucapannya adalah yang terakhir untuk meningggalkan kita semua. Selamat jalan dede, selamat selamat dede,,,, “ Fid”
