Purna sebagai dukuh pria ini asyik tekuni beternak perkutut
DHORI MANTAN DUKUH ASYIK BETERNAK PERKUTUT, JUGA TUNJUKAN ANKAN PERKUTUT DAN DERKUKU HASIL TERNAKNYA
Media hobi majalahburungpas.com, memilih usaha yang santai dan elegan memang tidak mudah karena di butuhkan imajinasi yang kuat dan serius.
Yaa Qudhori mantan Dukuh Draman Srimartani Piyungan akhir Desember 2017 purna tugas sebagai kepala dukuh Draman Srimaftani.
Dhori sapaan akrapnya mengaku menjadi pamong sejak 1985 dan 32 tahun menjadi pamomong rakyat.
Kepada wartawan majalahburungpas.com, ayah dari ketiga anaknya senin 30 juli 2018 di rumahnya mengaku seharusnya saya menekuni perkutut sejak masih tugas dulu tapi karena sibuk maka baru tahun 2018 lebih fokus.
Kalau saat tugas dulu saya maksimalkan dalam breeding burung perkutut mungkin purna saya sudah landing, nah sekarang saya mulai dari level menengah terutama dalam menjalin relasi dalam hobi burung, meski saya saat menjadi dukuh juga beternak dan telah menghasilkan 'kata Dia.
Penangkaran perkutut saya namai GLPP (Galih Pamungas Piyungan ) tentu harapannya usaha perkutut yang telah saya rintis bisa moncer dan mampu menambah penghasilan.
Soal induk maka dari 12 kandang ternak terlihata terdapat kandang susun, sementara Dhori memang terlihat enjoy dalam menekuni breeding perkutut.
Di akhir perbincangan dengan awak media majalahburungpas, sayangnya purna tugas, tak dapat pesangon seperti BUMN atau swasta lainnya, jika dapat uang sebagai nyep nyep kan bisa untuk nambah modal, lah ini angop, 'kata Dhori terasa mak clekit menyindir pemerintah.
Soal ternak hasil penjualan burung perkutut tidak sulit yang penting kualitas, 'pungkasnya. .id/ym.sg
