Panitya audien dengan kepala dinas pariwisata " sambil nonton film dokumenter HB Cup 2010


FILM DOKUMENTER HB CUP 2010 DI PUTAR DI SELA-SELA RAPAT TAMPAK DI LAYAR

Warta digital majalah burung pas.com, konkurs seni suara alam burung perkutut bertajuk Hamengku Buwono Cup ke -XXII tanggal  23 -24 Juli 2011 akan segera di gelar.

Berbagai persiapan panitya telah di lakukan, termasuk lokasi yang tahun 2010 di Alun-alun utara, kini di pindah di Alun- alun selatan. Para pengurus dan panitya inti juga telah melakukan audiensi dengan kepala dinas Pariwisata H.Tasbir SH. di Jl Malioboro Yogya, dalam rangka membahas persiapan lomba akbar tersebut.

Dalam pertemuan tersebut, Dinas Pariwisata profinsi DIY, menyokong sejumlah dana untuk gelaran lomba perkutut HB CUP 2011, termasuk doorprice, dan sarana yang lain agar gelaran  sukses.

Kepala dinas Pariwisata DIY, menyampaikan lomba perkutut yang merupakan sebuah event yang  penting bagi warga DIY, dan kung mania Indonesia, oleh sebab itu kami berharap jalannya lomba agar makin top, selain alasan utama menggunakan Ikon Hamengku Buwono penting di jaga kelestariannya.

Kedepan event yang semacam ini dapat sebagai salah satu momentum dan mendukung pariwisata DIY, yang bisa mendatang para wisatawan untuk melihat lomba perkutut “kata Kepala dinas tersebut.

Panitya juga menyampaikan tahun 2012 lomba HB CUP akan di gelar dengan sekup lebih luas yaitu tingkat asean, “ Timpal Khairudin ketua pelaksana, di sambut respon positif oleh kepala dinas tersebut.

NONTON FILM DOKUMENTER HB CUP 2010

Di sela-sela rapat terbatas dengan jajaran Korwil P3SI DIY dengan dinas pariwisata itu juga di putar sebuah film dokumenter konkurs HB CUP ke XXI tahun 2011 dari  hasil shootingan majalah burung pas.com,dan kini sebagai salah satu acuan untuk gelaran di tahun 2012 selain sebagai bahan diskusi dengan pihak yang terkait.

Film tersebut menambah semangat, bahwa event HB CUP kedepan akan mampu menjadi salah satu mahnet wisata, selain juga telah di putar secara online dan telah di saksikan ratusan ribu pasang mata di seluruh dunia.

Bapak Tasbir mengomentari, dokumenter tersebut sangat bagus untuk promosi, “Nah dengan demikian  ada baiknya bila di bikin juga film khas orang Jawa yang mengerek perkutut di pagi hari agar budaya Jawa selalu terorbit “tutup Tasbir  memberikan masukan ketika di ruang kerjanya * fiq/nur *

Sharing Berita

Berita Terkait


Tidak Ada Komentar


0){; ?>

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi