Lomba non nasional pengin di jubeli pelomba ?
Ilustrasi perkutut. "lomba tiket terjangkau peternak berpotensi bawa lebih dari satu ekor
Http.Majalah burung pas.com, Postingan kali ini redaksi menyajikan ulasan lomba tiket terjangkau. Kung mania kini juga melihat potensi lomba perkutut dengan tiket harga murah sebagai bagian yang menark. Lomba burung perkutut merupakan bagian dari roda memelihara pekutut menuju kelas profesional, pasalnya lomba juga mampu sebagai ajang tes hasil produk dari nama farmnya.
Tak mengikuti lomba di pastikan nama bird farmnya jelas akan kurang di kenal public dan ini akan berdampak usahanya tak semoncer ketika mau terjun di arena konkurs. Memang para peternak tidak musti ikut berlaga, sebab beberapa argument di miliki oleh masing-masing peternak perkutut.
SECARA UMUM
Secara umum ketika peternak tidak terjun di lomba rangkuman dari hasil data lapangan majalah burung pas.com ini, Mengatakan alasan hasil produk kurang top adalah yang terbanyak. Sedang di posisi kedua penilaian kurang fair juga menjadi alasannya, dan enempati urutan ketiga tidak ikut lomba perkutut dengan alasan menganggap tiket mahal. Dan terakhir tidak mau ke lomba dengan alasan hanya menjadi peternak kecil atau penggemar rumahan juga banyak pengikutnya.
Dari empat argumen tidak mengikuti lomba itu memang ada 3 yang bisa berubah menjadi pelomba, yang pertama apabila produknya bisa makin berkualitas bisa berubah, selanjutnya penylenggaraakan konkurs makin bersih di mata pelomba juga sebuah rekomendasi, untuk yang beralasan tiket mahal juga akan mau turun tetapi bila dua alasan di depan bisa membuka mata hati mereka.
Sedang menjadi penggemar rumahan atau tidak melirik sekmen pasar adalah yang susah untuk kompori sebab penggemar itu sudah bangga dan senang bisa mendengarkan perkututnya walaupun hanya menjadi penggemar rumahan.
Tiga alasan penting agar penggemar lama dan pemula mau terjun lomba, memang patut di pahami karena hal ini akan menjadi salah satu keberhasilan dalam memelihara perkutut menuju arah yang professional.
Menarik untuk di simak, seperti halnya lomba perkutut di Gabusan Yogyakarta Minggu 2 Oktober 2011, terpantau cukup semarak bahkan panitia kewalahan melayani tiket sebab di lomba itu peserta membludak. Penting menjadi sebuah catatan, di beberapa daerah dengan tiket terjangkau seperti Gabusan tersebut dengan Rp 30.000 saja malah menjadi satu lirikan, selain mendorong peserta bisa mengikuti lomba.
TIKET TERJANGKAU PELUANG MEMBAWA LEBIH DARI SATU DI MUNGKINKAN
Media ini merekam hasil para bisik bisik pelomba local di tiap daerah, ikut lomba dengan tiket murah atau terjangkau memang di cari. Alasannya bila tiket mahal mungkin hanya membawa 1 ekor. Dan murah mungkin lebih dari satu, bahkan di mungkinkan satu peternak mau memborong tiketnya.
Wawan Widya Klaten dan Bayu dari Charlie Bf Bantul Yogya, mengatakan tiket murah akan merangsang teman dan hasil ternaknya bisa di angkut ke lomba. Contoh saja Joglosemar dulu sempat Rp 75.000 menjadi sepi, tetapi ketika di turunkan menjadi Rp. 50.00 pesertanya malah makin banya.
Kemudian contoh yang lain dengan tiket 30.000 saya minimal sering membawa 2 ekor dengan asumsi nilai rupiah 60.000. Bayangkan bila tiket lomba kecil semisal 50 ribu ketika membawa 2 burung sudah seratus ribu, dan ini belum biaya yang lain termasuk tranfortasi.
LOMBA KELAS NASIONAL DAN BESAR TOKET TAK MASALAH
Jadi untuk kelas local dan mungkin regional bila memungkinkan bikinlah tiket yang murah, di jamin peserta akan melirik lombanya. Berbeda dengan kelas LPI atau kejurnas berapapun tiket akan di bayar karena itu sebagai taruhan nama farm lewat perkutut yag telah masuk kategori juara nasional “papar kedua peternak perkutut itu yang usahnya main maju karena ikut lomba. Fid*
