Di balik keangkeran perkutut hitam "tersimpan ladang emasnya"


PERKUTUT HITAM PROSPEKNYA BAGUS MESKI TAK DI LOMBAKAN.

Media inspirasi hobi, majalahburungpas.com, jangan takut  memelihara perkutut hitam, karena pada dasarnya manusia di ciptakan lebih sempurna dari makluk yang lain, apalagi hanya dengan se ekor burung perkutut yang berwarna hitam legam.

Keberadaan perkutut memang tak hanya 1 warna saja sebab ada perkutut berbulu coklat, putih, warna keemasan  serta ada pula yang perkutut blorok juga hitam.

Dulu zaman majapahit ada sebagian orang yang takut memelihara perkutut hitam karena di percaya dapat menjadi penyebab wabah penyakit dan angker.

Namun sekarang perkutut yang ragam warna justru dapat menjadi tambang emas untuk di gali keuntungannya karena bisa sebagai lahan bisnis mencari uang di sebut lahan emas.

Sudah tidak zamannya perkutut di kotak kotakan karena burung itu dapat menjadi bagian dari kesenangan untuk mendekatkan kawan dan meraih relasi.

Bedanya perkutut hitam memang tidak ada yang di lombakan, namun yang menarik,harga jual perekor perkutut hitam cenderung stabil dan beda dengan perkutut coklat atau lomba.

Para peternak perkutut hitam yang paling banyak di daerah Jawa tengah, seperti Kebumen, Kutoarjo dan Purworejo".

Menurut peternak daerah tersebut ketika majalahburungpas.com menyempatkan bincang bincang ternyata prospek perkutut hitam dan putuh hampir sama dengan perkutut lomba.

Di akui harga perkutut tersebut  memang belum bisa setinggi perkutut lomba yang di nikmati suaranya.

Satu 1 bisa lebih dari 400 ribu untuk yang masih muda, dan berbeda dengan perkutut coklat atau lomba, kalau tak bisa jual hanya seharga rompes sekitar 50 ribu.

Jadi saya dalam beternak lebih memilih perkutut hitam dan putih, meski coklat juga ada "pungkas peternak tersebut kepada media ini "tanggal 19 /12/2013. @1

Sharing Berita

Berita Terkait


Tidak Ada Komentar


0){; ?>

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi