Apakah yuri perkutut sering ada kemelut dengan korwil ??
YURI P3SI WAHYUNO SAAT BERTUGAS DAN DI WAWANCARI PAS TV DI HB CUP 2011 YANG LALU
http.majalahburungpas.com, News hari ini tentang yuri perkutut, lomba akan terasa hambar bila tidak ada team pernila, bahkan bila burung yang di miliki oleh kung mania tidak mendapat pengakuan di lapangan untuk moncer, maka sebaik- baiknya perkutut tidak akan bernilai lebih bahkan di anggap biasa.
Peran penting Korps Yuri P3SI dalam memberikan nilai sangat setrategis, apalagi burung tersebut memilik dasar suara dan memenuhi kriteria penilaian seperti Anggaran dasar Penilaian P3SI yang telah di sepakati yang di hasilkan di musyawarah nasional.
Sejak P3SI berdiri, memang telah banyak kader penilai, baik yang kelas yuri daerah, maupun yuri yang masuk kelas nasional, dan ini telah banyak menyebar di beberapa wilayah, seperti Jatim, Bali, Kalimantan, DKI, Sumsel Riau,Jabar, Jateng, Sulawesi serta Jogjakarta.
Untuk juri kelas nasional terbanyak adalah profinsi Jatim di susul Jabar,DKI, Jateng dan DIY. Sedang yuri senior atau yunior hampir di daerah tersebut ada.
Keberadaan yuri terutama yang telah masuk level Nasional, jelas belum tentu mereka mendapat tugas, hal ini karena gelaran lomba di masing-masing daerah belum pasti ada, sehingga kerap kali mereka yang telah mengantongi SK YURI nasional tak mendapat jatah.
Apabila mendapat tugas pun jelas di gilir bahkan, tak jarang pula yuri hanya ngandang, dan justru malah ada yang menjadi pelomba atau penonton, selain juga ada yang menjadi breeder saja.
Salah satu juri nasional asal Bantul Yogykarta Wahyuno, ketika di konfirmasi media ini, mengaku dulu sering mendapat tugas ke berbagai daerah, bahkan pula pernah tidak di beri tugas oleh korwil atau p3si pusat, meskipun kemudian mendapat tugas lagi.
Lebih lanjut Wahyuno juga mengungkapkan, semenjak akhir tahun 2011 yang pernah bertugas di Palembang, sepertinya saya tidak mendapat tugas di level manapun, meskipun demikian, karena mata pencaharian saya tak menggantungkan sebagai juri perkutut maka ya tak banyak berharap, namun nyatanya kendil saya tidak nggoling atau masih memiliki kesibukan dan menghasilkan, saya juga tidak beternak “ungkap Wahyuno.
Ungkapan Wahyuno ini sepertinya memang ada benarnya sebab akhir-akhir ini memang dia tak pernah kelihatan di event, sehingga media ini menduga, apakah di sekors atau mengundurkan diri atau apakah karena ada kemulut dan sebab lain, media majalahburung pas ini juga belum mendapat keterangan pasti.
Sedang Ketua Korwil P3SI DIY Bapak Suyanto pengganti Benny Kurniawan, juga belum sempat memberikan Informasi dan komentarnya terkait juri nasional Wahyuno ini, apalagi dalam waktu dekat ini DIY sedang akan punya gawe besar, “Fiq”
