Kontes ayam Serama Suharti Cup, peserta terkecoh dooprice motor baru, ternyata motor Pitung’
motor honda pitung, mengecoh peserta lomba, meskipun peserta bukan semata cari motor.
Kontes Nasional Ayam Serama Suharti Cup kembali di gelar. Gelaran kontes yang ke dua kalinya dengan mengusung tema ‘Uruping Serama Jogja’ diikuti kontestan dari berbagai kota di Indonesiabaik dari Jawa maupun luar Jawa, seperti Kalimatan. Dan juri yang didatangkan pun tidak hanya dari Indonesia tetapi juga mendatangkan dua orang juri Internasional dari Malaysia dan ini cukup memarik.
Namun meski berlangsung cukup meriah, kontes nasional ayam serama Suharti Cup II diwarnai adanya kekecewaan beberapa peserta. Pasalnya hadiah utama sebuah sepeda motor yang dijanjikan panitya bukan sepeda motor baru, namun second, motor tahun 70-an atau lebih dikenal pitung.

yuri dari luar negri
Menurut salah satu peserta, yang tidak bersedia disebutkan namanya, mengatakan awalnya ia menyangka hadiah berupa sepeda motornya adalah motor baru. Namun setelah mengetahui, karena semua hadiah dipajang di depan, ia merasa agak kecewa meskipun dalam mengikuti kontes bukan semata-mata karena berharap dapat hadiah.
Menanggapi kekecewaan tersebut ketua panitya, Agus Hermawan saat akan dikonfirmasi majalahburungpas pun seolah menghindar. Bahkan entah sibuk atau sengaja tak mau meladeni media in,yang jelas Agus yang juga pendiri Jamas ( Jogja Mania Serama) ini, pergi begitu saja saat seorang wartawan menghampiri dan menunggu untuk di mintai keterangannya terkait pitung motor di dekatnya.
Lebih jauh ia berharap ke depan panitya seharusnya transparan. Sehingga sebagai peserta dapat memaklumi dan jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi.**tim redaksi

Memang amat sangat mengecewakan, bukan hadiah yg diutamakan, tp peserta jauh2 datang bahkan dr luar pulau merasa di bodohi. dan lagi hadiah yg diberikan amat sangat kecil, bayangkan juara 1 kelas dewasa saja cuman mendapatkan 120.000 rupiah saja !! apalagi kelas anakan....juara 1 nya mendapatkan 70.000,- lebih baik tidak usah dikasih hadiah uang. kasih aja piala yg lebih bagus. satu lagi yg paling selama ini hasil jurian selalu ditempelkan langsung, di suharti cup kemarin hasil jurian dimasukan keruang khusus selama berjam jam dengan alasan di jumlahkan dulu nilai2nya, ini lucu...lembar penilaian kan ada 2 kenapa tidak selembvar langsung di tempel yg selembar lagi dijumlahkan??
Balas