Falsafah Orang Jawa
Perkutut ada filosofinya
Majalahburungpascom, Sejak jaman dahulu kala burung perkutut sudah dikenal oleh masyarakat Indonesia, khususnya oleh masyarakat Jawa, burung perkutut merupakan salah satu klangenan yang memiliki suara yang khas dengan suaranya yang, merdu mendayu – dayu, enak didengarkan.
Namun pada masa itu burung perkutut masih sebagai klangenan bagi kaum bangsawan saja, terutama bangsawan Kraton Ngayogyakarto Hadininggrat. Dengan demikian burung perkutut merupakan salah satu hewan yang mempunyai daya Magis dan Kharisma tinggi bagi pemiliknya.
Di Jawa, burung perkutut juga termasuk salah satu rerangken ( rangkaian ) di dalam falsafah Jawa.
Falsafah Jawa yang dimaksud di atas ‘Ponco Broto’ yaitu :
1. Wismo ( Rumah )
2. Garwo ( Istri )
3. Turonggo ( Kuda )
4. Kukilo ( Bururng )
5. Curigo ( Keris )
Kukilo yang dimaksud disini adalah burung Perkutut bagi kehidupan manusia, Maka penjelasan di tulisan ini hanya sekitar perkutut dan rentetnya.
Dahulu konon kabarnya ada mitos bahwa burung perkutut ada dua ( 2 ) jenis ( kriteria ) burung perkutut yang baik untuk dipelihara dan juga ada burung perkutut yang tidak baik untuk dipelihara.
Burung perkutut yang Baik untuk di pelihara antara lain :
a. Perkutut Satrio Pinanjungan : Perkutut ini yang ada Bulu Putihnya di atas ke dua kelopak matanya.
b. Perkutut Rojo Wono ( Kembar ) : Yaitu burung perkutut yang mempunyai Bulu Lurik di dadanya antara kiri dan kanan nyambung serta menyatu tidak putus.
c. Perkutut Gendong : Yaitu burung perkutut yang ada Bulu Putihnya tepat di atas punggungnya.
Ketiga jenis burung perkutut diatas Baik untuk di pelihara yang senantiasa akan membawa ketentraman dan mendatangkan rezeki bagi pemiliknya.
Sedangkan burung perkutut yang kurang baik untuk di pelihara antara lain :
a. Perkutut Buntel mayit : Yaitu burung perkutut yang bulu ketiaknya ada satu bulu putihnya.
b.perkutut Bromo Sulur : Yaitu burung perkutut ini kalau malam hari di duburnya ada Phospor semacam cacing yang berwarna ke merah merahan seperti bara api.
c. Perkutut Sogok ( Sujen terus ) : Burung perkutut ini salah satu bulu ekornya berwarna putih.
d.Perkutut Bromo Kokop : Burung perkutut ini air minumnya selalu habis.
Konon kabarnya jenis burung perkutut tersebut di atas jika dipelihara akan mendatangkan petaka.
Namun dengan kemajuan jaman yang semakin modern, mitos tersebut makin hilang. Justru sebaliknya sekarang burung perkutut selain menjadi Maskot Daerah Istimewa Yogyakarta juga telah memasyarakat menjadi klangenan dari kelas bawah sampai kelas atas di seluruh negeri ini.
Disamping menjadi klangenan atau binatang peliharaan, burung perkutut justru dapat menjadi ajang bisnis yang menggiurkan dengan nilai ekonomi yang tinggi mencapai ratusan juta rupiah.
Berbicara masalah burung perkutut beberapa dampak positif akan kita dapatkan antara lain :
(1.) Sektor pertanian (2) Sektor pariwisata (3) Sektor ketenaga kerjaan
Penjelasan.
ad 1. Sektor Pertanian
Didalam sektor pertanian sekarang ini ada banyak petani yang beralih membudidayakan (menanam) Milet dan juga Gabah Bangkok untuk makanan burung perkutut ( karena sebagai makanan pokok perkutut ). Dengan menanam kebutuhan pakan perkutut ini ,Kalau di hitung secara ekonomis hasilnya akan lebih banyak, bahkan bisa 2 atau 3 kali lipat jika di banding dengan menanam tanaman yang kurang produktif lainnya, sehingga otomatis bagi petani akan mempunyai penghasilan yang lebih meningkat dan bertambah kesejahteraan keluarga bila menanam bahan pakan perkutut tersebut.
ad 2. Sektor Pariwisata
Bilamana diadakan lomba ( Konkurs ) burung perkutut di suatu daerah, misalnya Hamengku Buwono Cup di Yogyakarta para peserta dari berbagai daerah semisal : Jawa Timur, Madura, Jawa Barat, Jakarta, Lampung, Palembang akan berbondong – bondong datang ke Yogya untuk mengikuti konkurs ( lomba ) tersebut. Secara otomatis Penginapan dan hotel atau peternak perkutut akan bayak kedatangan tamu yang membawa rezeki di Yogyakarta,yang akan penuh pengunjung.
Belum lagi bagi peserta yang berkantong tebal dengan mengajak keluarga untuk mengunjungi daerah – daerah wisata misal Candi Borobudur, Prambanan, Kaliurang dan belanja di Malioboro dengan membelanjakan uang mereka dengan membeli oleh – oleh atau kebutuhan yang lainya, sehingga sektor pariwisata akan tampak ramai dam mudah terwujud.
Begitu juga sebaliknya kalau ada lomba ( konkurs ) di daerah lain seperti Jakarta, Taman Mini, Surabaya, Madura dan sebagainya akan timbul hal yang sama. Nah dengan melihat prospek ini semestinya dunia perkututan akan semakin menggema.
ad 3. Sektor tenaga kerja
Dewasa ini penggemar perkutut sudah semakin luas dalam mengelola peternakan perkutut yang mengarah lebih profesional maka, Dengan maraknya para penggemar burung perkutut ditanah air, akan semakin semarak pula dalam merekrut,tenaga kerja yang cukup banyak, sehingga dampaknya peternak perkutut juga semakin serius dan berkembang. Tiga (3 ) tahun tahun ini khususnya DIY telah bermunculan para peternak mencapai 150 an lebih tersebar di 5 wilayah, bak jamur di musim hujan. Nah dengan banyaknya peternak tersebut pasti akan mengembang di seluruh Indonesia,berkembangnya ini perlu disambut secara positif. Dengan demikian usaha ternak perkutut jelas berdampak mengurangi pengangguran di Indonesia, yang dirasa makin sulit dan sangat sulit untuk mendapatkan pekerjaan yang layak sesuai dengan disipilin ilmu & pendidikan formal yang ada.
Dilain sektor, contoh Pengrajin sangkar juga dapat meraup rejeki dari hasil membuat karyanya karena usahanya dipakai para peternak perkutut, hal ini karena sebagai mata rantai, dan lingkaran yang tak dapat dipisahkan antara satu dan lainnya. Tak dapat dipungkiri akhirnya juga akan membutuhkan tenaga dan karyawan yang saling membutuhkan pula.
Dengan meluasnya penggemar dan peternak burung perkutut juga dapat membantu Program Pemerintah disektor peternakan dan kerajinan, sehingga dengan melubernya lapangan kerja dari sektor ini, sepatutnya untuk di beri pengarahan yang lebih positif, karena telah nyata dan jelas mampu menumbuh kembangkan usaha secara berkesinambungan. Dilain itu bagi peternak burung perkutut dan juga peternak yang lainnya bilamana di imbangi sarana dan prasarana yang didukung management secara benar Insya Alloh akan mendatangkan rejeki yang melimpah. di tulis oleh pengemar Perkutut Bp.untoro Wiratsongko Wates Jogja. songko K
