Pantai Ketawang Purworejo minim fasilitas, tetap saja menjadi primadona


Suasana liburan idul fitri pantai Ketawang Grabag Purworejo jateng

Pantai ketawang, sorotan majalah burung pas.com, kali ini kami menghampiri tempat wisata pantai di kabupaten Purworejo Jawa tengah. Pantai ketawang yang mudah di aliri pemudik dan berada di jalur lintas selatan saat lebaran merupakan pantai yang sering menjadi jujugan dan masih asri. Senin 5 September 2011 Ketika media ini datang di tempat wisata tersebut memang belum ada angka pasti berapa jumlah pengunjungnya saat memasuki musim lebaran 2011.

Obyek wisata ini cukup bagus lokasinya dengan hamparan pantai yang landai serta pemandangan gumuk pasir yang bertebaran di utara pantai, selain itu deburan ombak yang mengglegar merupakan ciri khas yang di miliki obyek wisata ini.

Bila anda pengunjung akan datang di daerah ini, jangan kaget karena belum ada fasilitas yang memadai, termasuk 1 km menuju laut, jalannyapun tampak masih makadam yang penuh rintangan pasir laut dan berdebu.

Karena masih minimnya pengelolaan dari pemerintah daerah, maka Desa yang memangku wilayah itu hanya mengelola di kala ada liburan termasuk liburan Idul Fitri.

Lengkungan gubuk

Sangat di sayangkan masih minimnya fasilitas juga berdampak manajement yang di terapkan oleh warga pengelola di desa tersebut juga kurang adil, terutama dalam memberikan tiket masuk, bukan hanya itu saja, parkir kendaraan juga tidak ada tarifnya, sehingga tergantung selera.

Saat media ini ketika di tarik restribusi parkir di kenai Rp. 3000 untuk satu sepeda motor, padahal tak ada muatan tarif di kartu yang masih foto copian, Sedang tarif mobil juga lebih mahal.

Ketika media ini menanyakan tarif parkir, para tukang parkir mengatakan, kami hanya buruh omm… ! dan menjalankan tugas saja,  “papar tukang pakir yang berada di deretan timur sisi utara tersebut. Tempat parkir di pantai ketawang Grabag Purworejo ini hanya beratapkan daun kelapa, dan bila hujan akan terocoh/bocor atapnya, beruntung tak ada hujan sehingga parkiran tidak becek.

situasi Pantai ketawang dengan gubuk-gubuk yang kurang beraturan

Obyek wisata pantai ini juga tampak kotor, namun semilirnya angin, dan  semprotan air pancuran dari pipa yang di buat warga, mampu meredam suasana, sehingga ini menjadi salah satu peredam panas sesaat selain kekurangan akan lokasi tersebut.

Lengkungan gubuk-gubuk di bibir pantai yang terbuat dari anyaman bambu/kepang dengan kaki pipa pralon, merupakan tempat untuk berteduh. Namun jangan heran, ketika anda masuk di situ, ketika mau meninggalkan gubuk kocek harus di keluarkan dan tarifnya berfariasi. “Kontributor majalah burung mewartakan.

 

Sharing Berita

Berita Terkait


3 Komentar


ryant august
24 August 2012

dari dulu waktu saya masih kecil,sampai sekarang pantai ketawang tidak banyak berubah.pemda jateng,khususnya pemkab purworejo harus turun tangan untuk mengembangkan potensi wisata pantai ketawang !

Balas
suyanto
16 January 2014

Rumah saya kebetulan didaerah grabag arah ngulon deket mushola Al Murokab,,saya sendiri asli Djogdja parangtritis Bantul,,saya hampir tiap tahun berkunjung ke pantai ketawang itu,tapi dari dulu hingga sekarang 2014 blm ada sama sekali perubahan,,tapi yang jadi ironis menurut saya,,dari warga pribumi daerah sekitar pantai,,terlalau tinggi memasang tarif masuk buat para pengunjung,,hampir 10 rb per orang,sdgkn dpantai parangtritis aja cm Rp 4000 per motor,,yang jadi pertanyaan saya. 1. kemanakah dana/tarif masuk pariwisata itu... 2. kenapa dana itu tidak dipakai untuk pengembangan jalan atau untuk memperbagus tempat itu..agar lebih memikat pengunjung dari luar..

Balas
suyanto dhieka
16 January 2014

Pantai ketawang tarif masuk mahal @10.000 per orang,padahal tempatnya kurang bagus,,jauh banget dengan pantai pantai didjogdja sbgai contoh pantai parangtritis,sudah masuk TPR nya murah @4000 per motor tempatnya bagus..harusnya warga sekitar ketawang bs lebih dominan dalam memperindah pantai itu,,jangan tarifnya doang yang diperindah,,agar pengunjung dari luar daerah jg tertarik.

Balas

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi