Bupati Gunungkidul potong tumpeng di Kirab budaya


BUPATI GUNUNGKIDUL BADINGAH Sos. POTONG TUMPENG DI DESA WISATA NGLANGGERAN 28 OKTOBER 2012 DALAM RANGKA KIRAB BUDAYA

Patuk-majalahburung.com Kirap budaya Nglangeran, gunung kidul dilakasanakan berketepatan  dengan sumpah pemuda  tanggal  28 okt  2012.

Acara kirab budaya ini sangat meriah  di  sambut  masyarakat setempat dan warga di luar daerah nglanggeran,walau cuacu panas terik  matahari menyengat, namun  warga tetap senang dan semangat untuk mengikuti dan mendapatkan buah-buahan dan sayur sayuran  atau hasil  pertanian  yang  sebelumnya di kemas  digunungan tersebut.

KIRAB BUDAYA MENGUSUNG HASIL PETANIAN DAN KANAN PEMUDA PEMUDI PENGELOLA WISATA

Kirap budaya  juga dihadiri ibu Badingah sos selaku bupati Gunungkidul yang selanjutnya melaksanakan potong  tumpeng nasi kuningnya.  

Rangkaian kirap budaya secara bertahap terselesaikan di lanjutkan acara yang lain. Gunungan yang diusung secara bergantian warga ini lalu  di perebutkan oleh warga yang lainnya, selain juga pada mengambilnya  sendari-sendiri sesuai  yang diinginkan, terpantau meskipun ada yang berebut  gunungan yang  disajikan  acara berjalan aman lancar tertip.

Kirap budaya  ini masing-masing  dusun  menyiapkan secara kusus  dalam pembuatan tumpengnya  hal ini sesuai yang di rancang agar berbeda, sedang kreasinyapun  juga tampil berbeda beda.

Saat media pas ini mengontak salah satu panitia, dalam acara Tumpeng  dadulu  pernah buat dari  bahan  singkong/ketela atau yang di kenal tiwul “kata aris budiyono .

Aris menambahkan, masyarakat dalam membuat  gunungan sebelum dikirapkan  memakan waktu satu sekitar seminggu dengan mengadakan rapat kring agar terjadi sinkronisasi,sehingga  para tokoh masing masing dusun bisa lebih menyatu dan guyub.

Masyarakat dalam Kirap ini juga disuguhi hiburan diantaranya jatilan,reog,drum band anak  anak juga gamelan jawa, sedang anak anak tampil lengkap  dengan pakaian seragam  adat  jawanya.

kirap budaya dipusatkan di areal obyek wisata  yaitu gunung api purba. Acara ini  sudah  menjadi event  tahunan yang di adakan setahun sekali, dengan waktu yang telah di tentukan diantara senin  legi  atau minggu legi kalender  jawa.

Dengan adanya kirap budaya ini selain warga  mampu melestarikan ada leluhur dan budaya warga yang hadirpun juga terhibur,bahkan warga sekitar kawasan eko wisata gunungapi purba mampu pula meningkatkan okonomi karena  saat warga berjualan dagangannya bisa laku. Pungkas Aris. Pur”

 

Sharing Berita

Berita Terkait


Tidak Ada Komentar


Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi