5 anak kena demam berdarah warga Jogoragan datangkan tukang semprot


petugas semprot meraung raungkan mesin mencegah nyamuk aides aigepty (nyamuk penyebar virus DB)

www.majalahburungpas.com, group pas tv. warta minggu pagi 30 Juni 2013 sejak jam 05.30 wib petugas semprot sudah stand by di rumah bapak Dukuh setempat.

Rombongan pembasmi nyamuk penular demam berdarah ini sebelumnya di tembusi untuk membantu warga di lingkungan kampung itu dalam rangka untuk mencegah nyamuk yang menyebarkan virus demam berdarah (DB).

Sekitar jam 06.00 wib lantas mesin di bunyikan dan meraung - raung menyemprotkan amunisi berupa beluk (asap) yang telah di campur solar dan obat yang langsung di semprotkan di dalam rumah, lingkungan, selokan dan sejumlah tempat yang di perkirakan ada sarang dan indemik DB.

Kegiatan ini di sambut positif, terlebih warga Jogoragan 2 minggu sebelumnya ada 3 anak sekolah laki-laki serta 2 perempuan  yang masuk rumah sakit karena terinfeksi demam berdarah.

Kedatangan petugas semprot ini cukup melegakan warga, meski warga harus mengeluarkan kocek sekira 1 jutaan untuk membiayai penyemprotan agar lingkungan lebih sehat.

Ironisnya  para petugas semprot ini justru di datangkan dari Gamping Sleman dan ini terbukti plat nomornya warna merah asal SKPD Sleman dan tidak dari Bantul, padahal kegiatan ini seharusnya menjadi tanggup jawab Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Bantul terutama Dinas kesehatannya. 

Dukuh Jogoragan Djoko Danang 1 minggu sebelum ada petugas semprot dalam sebuah pertemuan RT menyampaikan, mengajak untuk lebih menjaga kesehatan sehingga apabila ada bak air, botol, kolah yang lama belum terkuras, maka di harapkan segera di ganti, sedang botol dan lainnya bisa di kubur atau kumpulkan di tempat yang aman agar tidak di hinggapi nyamuk "kata Dukuh tersebut. "red"

Sharing Berita

Berita Terkait


Tidak Ada Komentar


Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi