Tips merawat burung sulingan macet
Muatan ilmiah- sajian majalah burung pas.com, Sulingan merupakan burung kecil yang memiliki suara indah. Sulingan akan mau berbunyi apabila burung mendapat perawatan yang oke dari pemilikinya.
Perawatan harian burung sulingan kadang menjenuhkan, apalagi ada kicau mania yang merawatnya kurang perhatian, maka burung akan di pastikan burung menjadi macet total.
Nah bagaimana perawatannya, ? Berikut ini sedikit rangkuman yang dapat kita pelajari.
TEMPATKAN DI LOKASI YANG SUNYI
Perawatan menjelang lomba di lakukan setertip mungkin, kemudian apabila lomba pada
hari minggunya, maka malam minggunya burung perlu di embun-embunkan, lalu di masukan dalam rumah, selanjutnya di beri exstra fooding semisal ulat Hongkong, tetapi jumlahnya hanya minimal 3 ekor saja.
Burung ini termasuk penyuka situasi yang sepi, sehingga bila kita mampu merawat dengan baik, maka dia akan bisa mengeluarkan suara nyaringnya.
Pemilihan menu makan sulingan yang lain juga perlukan di berikan semisal kroto, tetapi harus yang sudah di pilih yang berwarna putih (sudah bersih hanya telurnya saja). Berikan minimal 1 ekor cacing yang utuh dan dan bersih dan sudah di sterilkan ( bebas dari kotoran dan masih segar )
TIPS RAWATAN KHUSUS
Burung sulingan menjelang di lombakan, hendaknya di taruh pada lokasi yang sunyi, yaitu di areal yang lebih sepi dan asri, terbebas dari suara- suara gaduh.
Bila lomba ada dua sesion, maka burung dalam penempatan perlu diperhatikan (ke tempat transit semula ) Selanjutnya bila burung di lapangan saat tanding tampak nebal/nyebal, maka burung sulingan tersebut harus di sandingkan dengan betina (di chase) agar semangat kembali, selain juga burung akan birahi, dalam pengecasan di butuhkan waktunya 5 menit sebelum di lombakan di babak ke dua.
Menu makanan wajib 1 ekor cacing utuh ,ulat hongkong 3 ekor ( yang warna putih bersih ) dan bak mandi perlu di sediakan biarpun burung tidak mandi kemudian burung bisa di beri doping bagi yang sering di doping, tetapi memilhat kondisinya.
Muatan ini jelas tidak akan sama bagi setiap burung, sebab tipikal jawara selalu tidak sama, tetapi secara garis besar demikian. “Team redaksi”
