Penanganan cuaca ekstrem bagi induk kenari saat mengerami telurnya
CONTOH KAIN DI SANGKARYANG DI BASAHI AGAR MENJADI PELEMBAB BREEDING
Artikel ilmia muatan majalahburungpas.com edisi 23 Oktober 2012 terkait breeding burung kicauan kenari, Musim panas bagi induk kenari sering menjadi hambatan peternak kenari terutam saat induk sedang angkream dan akan mnetaskan piyiknya. Biasanya telur yang sudah siap netas tidak dapat mecahlkan kulit telurnya, sehingga piyik sering mati di dalam telur.
Untuk membantu agar telur kenari yang telah siap netas maka perlu penanganan yang jeli agar piyik berhasil keluar dan sehat.
Nah bagian dari antisipasi agar piyik bisa muncul ialah peternak perlunya melakukan penyemprotan di sekitar kandang agar suhu dingin namun dengan melakukan secara rutin terlebih telur sudah masanya netas “ kata Isnawan pemilik PKJ BF jalan parang tritis atau jl karang kajen Yogyakarta tersbut. Lebih lanjut Isnawan juga mengungkapkan, untuk di farm PKJ hanya melakukan penempelan kain dan setiap saat air disemprotkannya.
Dengan cara yang simpel itu ternyata dapat menghasilkan piyik yang optimal, cara yang lain juga bisa yakni peternak bisa memasang kandang ternak dengan menempelkannnya pada dinding tembok dan bukan sangkar gantung.
Dalam penanganan semacam ini sering pula ada yang lain seperti menyemprotlan air di bawah sarangnya atau sarang bagian bawah, namun cara ini tidak efektif sebab bila tidak kering maka sarang akan berakibat tumbuh jamur atau aflatoczin yang dapat mengganggun kesehatan induk dan piyik. Di samping menyemprotkan air kiranya induknya juga perlu tambahan vitamin C hal ini untuk meningkatkan daya tubuh induk jelas Nawan.
Untuk sistem sangkar templek tersebut bisa cukup mendinginkan cuaca di sekitar sangkar sehingga akan berakibat induk yang angkrem dan telur tidak panas, sehinggga akan sehat, dengan cara ini keberhasilan bisa mencapai sekitar 75 % . “Kata Nawan kepada majalahburungpas.com. fid”
