Modal Nekad “Musik Calung Banesa” Mampu Memikat"


Group Calung sore hari sedang manggung di malioboro

Malioboro majalah burung pas.com sebuah group musik mampu menjadi salah satu hiburan dan menjadi salah satu alternative mengubur kepenatan, seperti halnya group musik Calung banesa yang sering menyuguhkan musik, ketika tampil mendapat perhatian dari wisatawan.

Kelompok calung banesa ini, sering memukau ratusan pengunjung di jalan Malioboro, Dengan menampilkan kepiawaiannya tujuh orang personel  calung banesa, juga membuat suasana  berbeda, sehingga terasa amat meriah dengan mix musik yang  menyegarkan untuk di dengar.

MODAL NEKAD

Memang musik ini tidak setenar musik yang sering tampil di layar kaca Tv , tetapi boleh di kata, “group ini hanya bermodal nekad” sebab kata Banesa ternyata dari singkatan  “bareng nekad sama-sama” ujar salah satu personil yang memainkan dram “Kiki.

Ya dengan peralatan sederhana dan pembentukan grup musik spontan, bisa memberi inpirasi, namun di dasari semangat yang sama itulah maka terbentuklah calung kebetulan kami penyuka musik semua, oleh karena itu, agar formasi group bisa tampil oke maka, Yanto dibas, Ferry pada tamborin, Kencleng memegang bas 2, Roki dan Kiki memegang dram, angklung oleh Kevin, serta gambang oleh Joni telah mampu memberikan  warna tersendiri ditaman wisata malioboro.

Tidak hanya dinikmati oleh kawula muda, masyarakat setempat namum banyak pula kalangan  wisatawan domestik dan asing yang ikut nimbrung menikmati atraksi yang ditontonkan oleh calung banesa.

KEBERSAMAAN

 

            Dengan menampilkan lagu-lagu campur sarri, lagu dangdut, rock, pop terutama lagu-lagu  Wali band, menjadikan suasana yang menggairahkan. Menurut Joni sebagai manager Calung Banesa Malioboro ini, personil yang ada bukan hanya dari satu  tempat saja, namun ada yang dari Cilacap, Purwokerto dan Jogjakarta.

“Semua itu terjalin dengan solid hanya karena adanya rasa kesamaan dan kebersamaan sebagai warga negara untuk memberikan sesuatu yang terbaik untuk diri dan masyarakat,” ujarnya.

            Sebenarnya lokasi tempat main di malioboro ini adalah salah satu tempat dari rute permainan dalam sehari. Pertama di daerah pojok beteng kulon mulai jam 9.00 WIB hingga waktu sholat dhuhur tiba. Selanjutnya setelah sholat dzuhur dilaksanakan kemudian grup berpindah ke purawisata hingga ashar, selanjutnya ke depan Malaiboro ini hingga jam 22.00 WIB 

          Ketika media majalah burung pas.com ini menanyakan tentang porsi latihan dan apa motivasinya dan mana tempat markasnya kelompok, personil yang di wakili Joni menyatakan bahwa bas camp dari kelompok ini adalah di jalan Malioboro ini, dan untuk porsi latihan sih ya pas kerja dilaksanakan.

Artinya latihan sambil ngamen sekaligus, menyelam sambil minum air-lah mugkin itu  istilahnya,” kata Joni sambil tertawa.Tampak antusiasme pengunjung malioboro melihat pertunjukan calung banesa.

MENDAPAT ORDER MANGGUNG

 

            Saat ditanya tentang penghasilan yang di dapatkan dari mengamen seperti yang dilakukan oleh calung banesa ini, Joni menyatakan setiap hari dapat meraup penghasilan antara Rp 300.000, dan paling sepi 150,000.

Meskipun ada yang mengatakan kami sebagai pelaku musik jalanan, tetapi juga pernah manggung dan mendapat tanggapan dan mampu menggondol 4 jutaan, rupiah sekali manggung.

Di saat-saat yang lain, kami juga pernah di undang pecinta musik, seperti halnya Sabtu besuk menjelang 1 Suro 2011 mendapat order manggung di Jakarta “tutup pemegang Bas mewakili rekannya. “Yunus hanis syam”.  

Sharing Berita

Berita Terkait


Tidak Ada Komentar


Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi