Gelar tradisi budaya tirakatan 1 Suro semarak
KENDURI JELANG 1 SURO
Patuk-majalahburungpas, Kenduri malam 1 muharom atau orang Jawa menyebut 1 suro di padukuhan Doga Ngalnggeran Patuk gunungkidul berjalan lancar.
Acara ini di gelar sejak dari dulu dan merupakan turun temurun, dengan diadakannya kenduri ini masyarakat berharap berdo’a atau tahlil yang di lakukan bersama-sama mendapat keberkahan dari Tuhan Yang Maha Esa.
Adat budaya kenduri sebelumnya telah rancang atau di persiapan sejak 1minggu sebelumnya, bahkan warga sudah sangat mendukung apalgi bapak tokoh setempat yakni kepala padukuhan telah memebrikan info agar di lakukan secara serentak.
Menurut bapak Dukuh, apabila adat ini tidak di adakan dalam acara malam 1muharom /1 suro atau do’a bersama warga, sering menanyakan apa sudah lupa dengan nenek moyang, yang telah menjadikan tradisi dipadukuhan tersebut sebagai bentuk manunggalnya warga dalam arti positif.
Gelar budaya kenduri atau do’a bersama ini juga bertujuan agar ditahun depan perekonomian meningkat termasuk kerukunannya dengan diadakannya tahlil.
Terpantau ubo rampe yang disediakan untuk kenduri 1muharom/ 1suro ini adalah : Nasi wuduk, nasi gurih, ingkung ayam, kerupuk dan lauk-pauk. Setelah sesepuh selesai do,a lalu nasi dibagikan pada warga.
Ketika acara tahlil di gelar maka sesepuh memberikan garam yang telah diberi do’a dan di yakini garam tersebut bisa membantu meringankan berbagai penyakit. “Kata bapak solikhan selaku kepala padukuhan kepada media majalah burung pas. Pur”
