Sangkar Burung Portabel Kreatif, Sayang Tak Diproduksi Massal


sangkar portabel siap pakai dan perajinya

Surabaya-majalahburungpas.com,warta produk seputar kicauan, Jika kita mendengar kata-kata limbah, pasti akan berpikir bahwa barang yang sudah dibuang ataupun barang sisa tak bisa digunakan lagi menjadi barang pakai.

Pandangan demikian bisa keliru sebab  bila kita cermat  dan kreatif maka bisa memanfaatkan barang limbah tersebut untuk diolah menjadi barang bernilai. Dari situlah pundi-pundi rupiah mampu kita datangkan dengan pemanfaatan bahan bahan tersbut.

Situasi inilah yang mampu dimanfaatkan Aris Susanto (33) dalam mensiasati kebutuhan bisnis Lovebird yang baru setahun ditekuninya. Berawal dari kebingungannya setiap kali mengantarkan pesanan Lovebird ke konsumen, maka tercetuslah membuat wadah yang siap pakai  begitu pula ketika membawa burung yang baru dibeli penggemar musti harus membawa sangkar ukuran besar dan ini cukup merepotkan saat mengendarai roda dua.

Rakit merakitpun terjadi alhasil sangkar portabel kreasi tangannya sendiri dapat dengan mudah, walaupun harus menempuh perjalanan cukup jauh mengantar dan mengambil burung, tak  menemui kerepotan lagi. “Cara membawanya pun  cukup mudah  tinggal diselempangkan seperti tas. Sedang kalau hujan bisa ditutupi dengan mantel jadi satu dengan tubuh kita,” ujarnya kepada majalahburungpas.com

Lebih lanjut, Susanto juga mengungkapkan, Berbekal ilmu reparasi sangkar yang dimiliki, sangkar portabel tak begitu susah dibikinnya, karena bahan limbah kayu kiloan pun bisa saya disulap menjadi sangkar portabel berukuran panjang 21 cm dengan lebar 11 cm serta tinggi 40 cm. Katanya sambil menunjukan barang hasil ciptaanya tersebut.

Dalam pembuatan sangkar agar bisa memuat burung lebih dari satu, maka sangkar portabel ini dibuat dengan empat ruang bagi burung yang disusun bertingkat dengan diameter lubang untuk keluar masuk burung selebar 8 cm. “ Setiap lubang bisa menampung dua ekor burung lovebird. Jadi kita bisa bawa delapan ekor burung sekaligus,” terang pria yang bermukim di kasawan Sedati, Sidoarjo.

Desain sangkar portabel ini juga tak asal dibikin. Dari segi keamanan, kedua sisi atas sangkar diberi pengait buka tutup yang berfungsi sebagai pengunci ketika sangkar terisi burung. Takut burung mati..!! Tak perlu kuatir, pasalnya dinding bagian luar kanan kiri empat tingkat  diberi lubang agar sirkulasi udara tetap terjaga dengan baik.

Untuk segi biaya terbilang murah, cukup merogoh kocek 75 ribu saja sangkar portabel ukuran standart seperti yang disebutkan diatas bisa disediakan. “Harganya bisa ditentukan dari ukuran. Semakin besar ukuran dan banyak jumlah ruang burungnya, semakin mahal juga harganya,” tutur Aris pada pewarta majalahburungpas.com ini.

Meski dilihat dari desain dan fungsi yang didapat dari sangkar portabel tersebut tak percuma diproduksi. Tetapi sayang ada satu kekurangan dari sangkar ini, yaitu produksinya hanya melayani pesanan saja. Pasalnya dengan alasan waktu serta tenaga produksi dan alat yang masih ala kadarnya. Hal itulah yang menjadi satu pertimbangan sangkar portabel tak diproduksi massal sang pengrajin.

Padahal apabila bisa diproduksi dan berada di pasaran. Dari segi ekonomi, kedua belah pihak akan diuntungkan dengan keberadaan sangkar portabel. Di satu pihak, hand maker diuntungkan dengan laba yang diperoleh dari penjualan sangkar tersebut. Di pihak lain, sang pembeli diuntungkan dengan adanya alternatif mudah saat membawa burung. (tef)

Sharing Berita

Berita Terkait


Tidak Ada Komentar


Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi