Perempuan Lifestyle & Peran Utama dalam sebuah pembangunan Kemajuan


Para narasumber dalam sebuah tolk show
  1. Jakarta-Majalah burung pas.com, Pemberdayaan perempuan memiliki peran setrategis di bidang pendidikan. Banyak fakta yang menunjukkan bahwa dalam pembangunan, perempuan seringkali menjadi pihak yang tertinggal.
  2. Demikian di katakan para pembicara dalam sebuah talkshow  yang menghadirkan narasumber   Dian M.Muljadi (Publishing Director FIMELA.com) Dra. Sally AstutyWardhani, Msi
    (Asisten Deputi Gender DalamPendidikan – Kementerian Pemberdayaan
    PerempuandanPerlindunganAnak RI) Dra. OkkyAsokawati, Msi (AnggotaKomisi IX DPR RI 2009 -2014)  Shahnaz Haque (She Can, Tupperware Brand Ambassador)   Dessy Sekar Chamdi (Ketua Yayasan Literasi Indonesia – Indonesia Membaca)
    Becky Tumewu (Communicator, Founder TALK-Inc) enam narasumber tersebut memberikan informasi pengalaman tentang pemberdayaan perempuan sehingga sangat bermanfaat. Dua indicator keberhasilan pembangunan, yakni akses dan control akan pembangunan bisa dilakukan atau didapatkan baik itu oleh perempuan dan laki-laki.

 Indikator kedua adalah, hasil pembangunan bisa diterima oleh perempuan dan laki-lakisecara adil, proporsional, dan berkelanjutan, baik di areal public ataupun domestik. Keberdayaanperempuan di bidang ekonomi dan pendidikan adalah salah satu indicator meningkatnya kesejahteraan.

Saat perempuan menjadi kaum terdidik, mempunyai hak-hak kepemilikan, dan bebas untuk bekerja di luar rumah serta mempunyai pendapatan mandiri, inilah tanda kesejahteraan rumah tangga meningkat.Inilah tanda kemajuan.

Lebih lanjut menurut penelitian Maria Shriver dan The Center for American Progress, bertajuk A Woman’s Nation Changes Everything yang mereka rilis pada akhir 2009 menyebutkan, separuh tenaga kerja di Amerika Serikat adalah perempuan. Tak sekadar bekerja, perempuan-perempuan ini juga menjadi tulang punggung keluarga secara permanen bukan seperti di era PerangDunia II, ketika para perempuan menjadi tulang punggung keluarga karena para laki-laki mengangkat senjata.

Dari data tersebut dapat kita lihat perubahan besar tampaknya telah terjadi di Amerika, bukan hanya Indonesia.Shriver juga menemukan, mayoritas (70%) kaum laki-laki sudah bisa mengakui dan merasa nyaman jika perempuan bekerja di luar rumah. Bahkan, 75% laki-laki setuju bahwa perempuan berkarier memberikan perkembangan positif demikian rangkuman dalam tolk show 9 November 2011 yang alalu di JAkarta. “patma

 

 

Sharing Berita

Berita Terkait


2 Komentar


Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi