Tempat rehabilitasi hewan di lindungi
kera ekor panjang sebelum di lepas di habitatanya mendapat perhatian serius
Majalahburungpas.com-top news satwa, Hewan yang di lindungi selayaknya di rawat dengan baik sehingga bila akan di lepas di tempat habitatnya dapat kembali dengan senang.
Tentu saja hewan - hewan yang akan di lepas tersebut perlu mendapatkan kebugaran dan pengayoman yang lebih intensif sehingga hewan bisa pulih seperti pada awalnya.
Salah satu pusat tempat rehabilitasi hewan di lindungi ialah Wrc Jogja di Pengasih kulonprogo yang semula bernama Ppsj. Menurut Rosa yang membidangi markom di yayasan itu, kegiatan yayasan konservasi alam Jogja, menggunakan lahan 13,9 HA, dan terdapat bangunan untuk merehabilitasi hewan.
Lebih lanjut Rosa mengungkapkan kepada majalahburungpas.com, bahwa kami lebih fokus kepada rehabilitasi hewan satwa liar terutama yang di lindungi dan di tempat konservasi kami ada sebanyak 130 satwa, termasuk mamalia, burung, reptil, Mulai dari kura, kura, ular, Burung Kakak tua nuri bayan elang kasuari, burung hantu, Elang, Jawa, elang, hitam, brontok, kepala kelabu, elang bondol, Sedang mamalia, jenis primata, rusa, kukang juga kami rehabilitasi.
Dari catatan management setidaknya akhir akhir ini sudah ada dua elang yakni yang di lindungi yang di tangkap dari alam berupa burung elang ular bido, brontok, telah berhasil di lepas di kawasan suaka hutan waduk Sermo "kata Rosa kepada media pas ini.
Di sesi yang lain dalam perbincangan dengan media, Kalau hewan-hewan yang di lindungi tersebut tangkapan masyarakat, saran kami segera di lepas saja di habitatnya hal ini agar hewan tidak sakit atau berimbas fisikologinya terganggung.
Di akhir wawancara Rosa menambahkan, bahwa satwa yang sudah di tangkap dan di pelihara manusia otomatis secara fisikologi sudah sakit, oleh sebab itu satwa tersebut perlu penanganan khusus sebelum di lepas.
Berbicara sebelum di lepas, tentu saja hewan harus di pantau serta di nilai oleh team konservasi apakah hewan tersebut sudah layak atau belum ketika akan di lepas.
Nah dari penilaian tersebut bagiannya adalah menilai dari segi cara menangkap mangsa, cara terbang dan lainnya, sehingga aktifitasnya hewan tersebut terus termonitor sebelum di lepas dan ini di lakukan secara periodik "pungkasnya seraya menutup perbincangan dengan majalahburungpas.com 27 September 2012. “Fid”
