Usaha plangkringan berprospek cerah hasilnya ciamik
CAK JO SEDANG MELAYANI PEMBELI SAAT GELARAN LOMBA
Surabaya-majalahburungpas.com, usaha batangan kayu kecil yang di pajang kios mungkin ada yang menganggap remeh, namun jangan sepelekan usaha tersebut sebab hasilnya ternyata cukup ciamik.
Seperti halnya pedagang yang satu ini dikalangan kicau mania Surabaya, mungkin bisa jadi daerah Madura pun sosok pria yang satu ini sudah tak asing lagi.
Cak Jo begitulah mereka menyebutnya, pedagang plangkringan burung yang mangkal di pasar burung samping terminal Bratang. Sudah lima tahun menekuni profesi sebagai pedagang plangkringan.
Dari ketekunannya inilah, sampai saat ini Cak Jo mampu memenuhi segala kebutuhan hidup dari berdagang kayu yang pasti dicari kicaumania. Berawal dari pedagang kecil, kini Ia mampu menyuplai sebagian daerah di Indonesia. Antara lain pulau Kalimantan, Bali dan Mataram. Untuk Surabaya sebagian besar agen mendapat suplai langsung dari pria yang senang menggunakan blangkon saat di berjualan di lokasi lomba.
Menurut penuturannya, berdagang plangkringan burung merupakan salah satu usaha yang prospeknya kian moncer untuk jangka panjang. Pasalnya, selama pasokan sangkar masih terus mengalir usaha ini kan terus berkibar “kata Cak Jo ketika di samperin wartawan majalahburungpas.com 2/12/2012 di pangkalannya tersebut.
Dia menambahlkan Plangkringan akan menjadi kesatuan dan kesatuan burung dan hobiis mania dan ini tetap mengalir bak air di hulu sungai oleh karenanya “Selama hobi burung berkicau masih tetap ada, yaaa,, pasti laku nmaun jelas asal kita tekun saja, di lain itu saya yakin berdagang pangkringan bisa menjadi sandaran,” Ujarnya lagi..
Masih menurut Cak Jo, usaha saya terus berkembang, Bagaimana tidak..!! dalam sebulan, omzet yang peroleh pun mencapai jutaan rupiah setiap kali menggelar dagangan di lomba. Nach Cak Jo juga mengutarakan bahwa setiap kali turun di lomba burung. Ia mendapat jutaan rupiah hanya dalam sehari.
“Namun memang kalau sedang kurang hoki atau kurang berpihak dalam berusaha ya minim adalah hal yang biasa. Tetapi di lain hari uang sejuta pun mudah didapatkan saat dagangan di gelar di lomba” terangnya.
Masih kata Cak Jo, saat di even Fancy Cup yang digelar di THR, Surabaya beberapa bulan lalu. Ia mendapat laba hingga 1,5 juta. Banyak atau tidaknya hasil yang diperoleh. Menurut pria yang juga salah satu juri di latber Pasar Paing, Surabaya ini Dia merasa enjoi walaupun terkadang pula tak bertugas dan hanya gelar plangkringan.
Tidak berpatoknya pada besar dan kecilnya pendapatan di suatu lomba tentu ini sebuah hal yang amat bisa terlebih bila lomba kecil juga berimbas kecil pula pendapatan. Berbeda bila pula seperti pada lomba Pakde Karwo bulan lalu. Penghasilan saya justru lebih besar, termasuk di Fancy.
Tak saya pungkiri, faktor keberuntungan merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap laris tidaknya pangkringan, dan bila sedang dapat banyak yaa... saya mengartikan saya sedang nagkring seperti halnya pangkringan itu canda Cak Jo mengakhiri perbincangan dengan media majalahburungpas.com initernet ini. (tef)
