Adanya desa wisata berdampak positif bagi ekonomi dan sosial budaya


pembicara dalam seminar

Media online – majalahburungpas.com, Sektor Pariwisata hingga saat ini memberikan sumbangan devisa negara ke 4. Kontribusi tersebut juga diberikan dari keberadaan desa wisata. Oleh karenanya desa wisata harus selalu dikembangkan.

Menurut Oneng Setya Harini, Direktur Pemberdayaan Masyarakat Destinasi Pariwisata Direktorat Jendral Pengembangan Destinasi Pariwisata Kementrian Pariwisata adanya desa wisata berdampak positif baik dari sisi ekonomi maupun sosial budaya.

Oneng menjelaskan dari sisi ekonomi keberadaan desa wisata dapat menambah pendapatan masyarakat melalui usaha pariwisata serta menciptakan atau memperluas lapangan pekerjaan,karena dengan adanya desa wisata masyarakat dapat menjalankan usaha berupa homestay, menjajakan kuliner maupun kerajinan.

Sementara dari sisi sosial budaya bermunculannya desa wisata akan mencegah atau mengurangi terjadinya urbanisasi. Selain itu adanya ruang guna merivitalisasi seni dan kebudayaan hingga mengurangi kerusakan lingkungan.

” Bermunculannya desa wisata juga akan menciptakan destinasi baru, oleh karena itu desa wisata memang harus dikembangkan” sambung perempuan bersahaja ini.

Sementara itu Komisioner LOS DIY, Dwi Priyono mengatakan setidaknya ada empat persoalan atau kendala dalam mengelola dan mengembangkan desa wisata.

Dari hasil pemetaan LOS DIY persoalan tersebut meliputi manajemen kelembagaan, yakni pola kerja tim dan masyarakat, standarisasi serta kaderisasi. Persoalan lainnya, pemasaran, keterbatasan kreatifitas dan modal.

Ke depan, lanjut pria yang akrab dipanggil DP ini, perlu adanya pemantapan kembali dan penguatan masyarakat melalui desa/kampong wisata sebagai bagian dari menumbuhkan alternatif wisata sekaligus mengangkat ekonomi masyarakat. anjar

Sharing Berita

Berita Terkait


Tidak Ada Komentar


Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi