Perkembangan komunitas derkuku masih lambat
foto burung derkuku hasil breeding yang apik apik
Majalahburungpas.com, hobi burung derkuku terasa belum sebaik perkutut hal ini terpantau di sejumlah kabupaten.
Bahkan penghobis derkuku juga terbilang masih stagnan, artinya tidak naik dan juga tidak turun secara drastis.
Kantong kantong penghobi burung derkuku sampai di turunkannya berita ini, masih di dominasi peternak dan penghobis lawas sehingga secara umum masih sangat lambat.
Sebut saja Jogjakarta adalah barometernya perkembangan derkuku, Kemudian di susul Jawa timur, Pacitan, Tulung Agung,Blitar, Trenggalek, sedang Kertosono juga terekap memiliki penghobis.
Di lain itu, Solo juga daerah kantong derkuku meski masuk di urutan ketiga, setelah Jawa Timur. Burung anggungan derkuku ini juga cukup semarak di Pulau bali, sehingga perkembangannya masuk pada posisi ke empat.
Hobis derkuku untuk di Jawa barat ada di pinggiran Jakarta, bekasi dan sekitarnya. Dari sejumlah catatan media PAS ini, posisi teratas masih Jogja, kemudian kedua Jatim, Sedang Solo atau Jateng pada urutan ke tiga, Pulau Bali ke 4 dan terakhir Jakarta.
Perkembangan burung derkuku baik lomba maupun peternaknya juga masih relatif sedikit di sejumlah wilayah, hal ini karena luar Jawa, seperti kalimantan, Sulawesi,Sumatera belum ada yang muncul. ' run/pur
