Tips mengenali dan mencegah kanker serviks sejak dini
memberikan jawaban kepada pers
Warta kesehatan updatenya majalahburungpas.com, Indonesia merupakan salah satu negera yang memiliki jumlah penduduk terbesar di dunia. Karena itu Indonesia merupakan negara dengan jumlah penderita kanker serviks tertinggi.
Nara sumber yang terparcaya ini menjelaskan Indonesia, setiap tahun terdeteksi lebih dari 15.000 kasus kanker serviks dan kira-kira sebanyak 8.000 kasus diantaranya berakhir dengan kematian. Demikian di sampaikan Sektretaris Nasional KPA Indoesia, Dr Naftsiah Mboi kepada wartawan di Hotel Inna Garuda,Jogja beberpa hari yang lalu.
Nafsiah Mboi juga menjelaskan kanker serviks atau leher rahim disebabkan oleh virus HPV ( Human Papilloma Virus). Virus ini memiliki lebih dari 100 tipe, di mana sebagian besar diantaranya memang tidak berbahaya dan akan mati dengan sendirinya. “Jenis virus tipe 16 dan 18 adalah virus ya ng mematikan. Namun selain disebabkan oleh virus HPV, sel-sel abnormal pada leher rahim bisa tumbuh akibat paparan radiasi atau pencemaran bahan kimia yang terjadi dalam jangka waktu cukup lama, contohnya rokok” tambahnya.
Lebih jauh Ia memaparkan beberapa factor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker serviks. Yakni hubungan seks pada usia muda. Berdasarkan penelitian para ahli, perempuan yang berhubungan seks pada usia kurang dari 17 tahun mempunyai risiko 3 kali lebih besar dari pada yang menikah pada usia di atas 20 tahun.
Fakator lainnya adalah berganti-ganti pasangan, merokok, defisiensi zat-zat bergizi, yaitu rendahnya konsumsi vitamin A, C dan E sehingga menyebabkan kekurangan tingkat kekebalan dalam tubuh serta factor lainnya aadalah jumlah kehamilan yang pernah dialami dengan potensi meningkatkanrisiko terjadinya kanker serviks.
Kenali dan Cegah Kanker Serviks
Kebanyakan infeksi HPV dan kanker serviks stadium dini berlangsung tanpa menimbulkan gejala sedikitpun. Sehingga penderita masih dapat menjalankan kegiatan sehari-hari. Namun begitu gejala kanker serviks dapat dikenali diantaranya dengan adanya pendarahan setelah berhubungan intim, pendarahan spontan yang terjadi antara periode menstruasi rutin serta pendarahan sesudah menopause.
Gejala-gejala yang lain, lanjutnya, timbulnya keputihan bercampur dengan darah dan berbau, nyeri ketika berhubungan seksual, serta nyeri panggul dan gangguan atau bahkan tidak bisa buang air kecil.
Untuk mencegah terinfeksi kanker serviks, Nafsiah menyarankan, jangan berhubungan dengan cara berganti-ganti pasangan, rajin melakukan pap smear setiap 2 tahun sekali. Pap smear ini adalah metode screening yang digunakan untuk mendeteksi leher rahim yang disebabkan oleh HPV.
Selanjutnya upaya pencegahan yang perlu dilakukan yakni melakukan vaksinasi HPV bagi yang belum melakukan kontak secara seksual. Vaksinasi sebaiknya dilakukan sedini mungkin dan dapat diberikan pada remaja putri mulai usaia 10 tahun.” Dan yang terpenting adalah memelihara kesehatan tubuh jika merasa berisiko memgalami gejala di atas serta segera periksa ke dokter” pintanya.
Meningat begitu berbahaya kanker serviks dan meningkatny a risiko terjadinya kanker leher rahim, sudah saat kita mewaspadai virus ini, terutama bagi Anda kaum perempuan. Anjar
