Breeding kenari kalitan makin di minati
Kuncoro peternak kenari kalitan di farmnya
Breeder ocehan liputan majalahburungpas.com, kini beternak burung ocehan tidak harus bermodal besar. Seperti halnya peternak yang satu ini, Ia boleh di bilang bermodal cekak.
Kuncoro yang tinggal di perum Sindet blok 1 Bantul Yogyakarta ketika di hubungi media ini 18/10/2011 menjelaskan motivasi beternak untuk menciptakan lapangan kerja di bidang peternakan, selain untuk mengembangkan hobis yang bisa menguntungkan “kata lelaki 25 tahunan tersebut.
Pantauan farm kenari yang di orbitkan sejak 7 bulan yang lalu, ternyata telah memberikan inspirasi untuk mengembangkan usaha di bereeding ocehan terutama kenari. Meskipun belum maksimal dalam produksi tetapi dari jumlah 25 induk betina dan 10 pejantan ternyata telah membuat usahanya makin di geluti.
Jumlah induk yang di tangkarkan tersebut mayoritas kenari kalitan (kecil) tetapi hasil dari breeding Kuncoro justru banyak di minati pencari jenis kenari ini, dan ternyata telah hasil piyik juga telah beredar di pasaran, terutama di kalangan para penggemar kenari di daerahnya.
Di farm kenari tersebut 10 induk adalah jantan, namun 4 adalah kenari F1 dan 6 ekor adalah kenari AF ( kenari biasa/kalitan).
Sejak berkecimpung di hobi kenari mania, Kuncoro tidak beranjat dari farmnya, karena usaha ini di pandang mampu sebagai tumpuhan dalam mencari sesuap nasi, Buktinya dari hasil piyik umur satu bulan sudah laris hingga burung anakan hasil breeding tak pernah tersisa.
Peternak ini menambahkan 1 ekor umumr satu bulanan di banderol minimal 200 ratusan ribu,sayangnya pencari kian banyak, tetapi saat indukan sebagian sedang mabung atau rontok bulu sehingga produksi menurun, meskipun demikian, saya tidak ambil jalan pintas dan induk saya biarkan sesuai alam "Beber kuncoro.
Toh nanti juga pulih kembali “kata Kuncoro penggagas farm bernama “Butuh Uang Bird Farm” tersebut . *run/fiq
