Tips Charlie Bf Menentukan Jenis Kelamin Jantan Betina Dari Bentuk Telur Perkutut
kiri telur lonjong dan bulat
Media online majalahburungpas.com, breeding burung perkutut kian eksis sehingga para peternaknya semakin berkembang dalam menekuninya hingga ternak perkutut bagian dari ATM yang bisa di ambil uangnya.
Salah satu peternak perkutut yang di unggah ini tentu pembaca sudah tidak asing, Dia adalah Bayu Hendarto Bantul.
Menurutnya jenis kelamin seekor perkutut sudah dapat di deteksi bahkan ketika mAsih berwujud telur.
Pendekteksian itu bisa di lkuakan tanpa peratalan cukup dengan memperhatikan bentuk telur, yang berbentuk bulat atau agak lonjong. Jika bentuknya bulat maka kemungkinan besar menyimpan embrio perkutut jenis kleamin betina, sedang bentuk agak lonjong maka saat menetas nantinya akan berjenis jantan.
MEMBEDAKAN JENIS KELAMIN PERKUTUT DARI BENTUK BADANNYA
Jantan perkutut memang relatif susah di deteksi, khusunya yang masih piyik, dan tanda-tanda yang di pakai kung mania adalah, pertama warana pupurnya di kepala, bila warna putihnya lebih tegas jelas maka umumnya jantan.
Sedang warna pupur abu abu keputihan agak samar kebanyakan betina, tetapi tanda tanda itu baru akan nampak muncul jelas saat dewasa di atas 4 bulanan. Perlu di pahami yang masih piyik warna bulunya belum nampak jelas sempurna
Kedua Bentuk kepala perkutut jantan biasanya agak cepak, besar agak lonjong, sementara itu untuk betina biasanya berdahi agak menonjol atau bentuk kepalanya cenderung bulat dan kecil.
Ketiga bentuk matanya jenis kelamin jantan matanya agak besar tatapan mata tajam, untuk mata betina agak kecil tatapan mata sayu.
Keempat supit urang atau dua tulang yang mengapit rongga dubur juga bisa di pakai
untuk mendeteksi jantan betina bila jarak antara tulang supit urang itu aghak lebar dan lembek, umumnya betina.
Untuk yang jantan tulang supitnya jika diraba dengan jari rapet dan kelaras umumnya jantan.
Kelima cengkeraman kakinya jantan bila di taruh di atas jari kita bila burung di angkat cengkeramannya kuat. Sedang betina sebaliknya tidak ada cengkeramannya.
Keenam. Dari suara juga bisa di deteksi jantan atau betinya bila agak besar dan cowong umumnya jantan, kemudian betina sebaliknya yakni suara lebih kecil agak samar.
Dari berbagai cara pendeteksian dari suara ini agak susah sehingga di yakini belum mampu menjamin akurasi 100 persen kepastiannya, maka selanjutnya di perlukan kejelian yang khusus.
Yang perlu di fahami masalah deteksi ini merupakan pekerjaan rumah bagi pebreeding, yang mana banyak di akui menemui kesulitan terutama bagi piyik di bawah 5 bulan.
Di akhir perbincangan dengan awak media majalahburungpas.com, Bayu pun memberi isyarat bahwa breeding burung memang peternak harus lebih jeli.
Nach bagi penghobi yang pengin kontak terkait artikel ini maka bisa kontak langsung di jalan Imogiri Timur km 13 Perum Bumi Trimulyo blok 3 no 1 Sindet Jetis Bantul atau via pin 26fd67d9/ 083867005782. ‘Red,
