Tips merawat murai batu


MURAI BATU PERLU DI RAWAT DENGAN SERIUS

Majalahburungpas.com, untuk menjadi perawat yang handal, memang diperlukan pengetahuan serta pengalaman yang mumpuni, Perawatan seperti pada muatan ini, sudah sering di lakukan bagi penggemar ocehan, agar burungnya semakin kuat dalam menghadapi lawan tanding saat di lombakan.                                                                             

Meskipun burung murai batu termasuk kategori burung cerdas, tetapi kalau sang perawat teledor, kurang lincah akan berakibat fatal, bahkan burung itu  kemungkinan hanya akan menjadi burung yang lemah atau malas berbunyi sehingga pemilik jadi sebal, oleh sebab itu jangan salahkan si burung.

Apabila di rawat secara ogah ogahan, maka burung akan kehabisan cerdasnya selanjutnya, juga berakibat bermental menjadi drof kemudian  kita akan menjadi bahan tertawaan teman saat melihat burung hanya membisu di lomba. Nah untuk itu agar burung jangan sampai terjadi seperti ini, maka beberapa tips dapat anda jalankan seperti berikut :

Pertama untuk mengetahui agar tampilnya murai batu dapat sempurna,  kita harus selektif dalam memilih calon  jawara sebelum kitabeli.

Kedua pilihlah burung yang  sudah cerdas, yang bisa di lihat dari sejak kecilnya (bila memungkinkan )

Ketiga ketahui/tanyakan juga apakah indukan atau trahnya pernah menjuarai di arena lomba atau belum, apabila belum mungkin anda perlu bersabar dan memantaunya.

Keempat apabila anda dalam membeli burung tersebut sudah punya nama besar di kontes burung, sebaiknya  sewaktu burung  akan pindah tangan juga di minta tata cara merawat, sehingga kelanjutan dalam merawatnya bisa berkesinambungan, pendek kata beli burung jawara sebaiknya juga mengetahui rawatannya.

Kelima  perhatikan menu makanannya,  apakah menu yang  setiap saat di santap tersebut sudah sesuai porsi kebutuhan gizi atau belum, hal ini sangat penting kita ketahui, di samping agar menu harian tidak salah, apalagi menjelang akan di ikutkan lomba.

Selain itu perhatikan juga pola mandinya, hal ini agar kita dalam merawat sesuai karakter burung itu.

Ke enam memberikan porsi makan yang tidak berlebihan, hal ini di lakukan agar burung selalu tampil gacor tidak hanya jingkrak-jingkrak terus sehabis itu makan, oleh sebab itu, diperlu pengaturan yang tepat tetapi efisien.

Ketujuh mengatur dan memandikan, terutama saat dalam masa tenggang sehabis di lombakan. Berbicara memandikan, sebaiknya di laksanakan hanya sekitar jam 07.00 pagi kemudian sehabis itu di angin - anginkan saja agar tampak segar.

Secara fisik burung apabila sudah di rawat dengan baik, biasanya burung akan selalu melatih diri dengan gerak geriknya namun juga berkicau.

Kedelapan, dalam menjemur di pagi hari hari, jangan sampai lewat jam 11 san. Ini perlu di mengerti, sebab apabila di langgar burung akan berakibat kurang baik, disamping karena terlalu panas.  Rawatan  tambahan semisal mengumbar di kandang polier sesekali waktu juga akan bermanfaat bagi burung tersebut.

Kesembilan, pola makan (ekstra fooding) di saat rontok bulu perlu lebih di perhatikan, terutama menu yang di sukai semisal, jangkrik saban hari juga harus selalu di sediakan, tetapi juga jangan sampai kebanyakan atau jor joran.

Kesepuluh dalam merawat burung perlu juga kerilekan (santai) sebab burung itu butuh kasih sayang seperti kita, dimana memang diperlukan sikap dan perilaku yang  tidak tergesa – gesa. 

Dan terakhir, perawat burung perlu melakukan sebuah catatan  track record prestasi, maupun perawatan yang khusus  sebagai rekam jejak prestasi.

Tips yang terakhir ini sangat bermanfaat bagi orang lain, apalagi bila burung jawara tersebut akan di jual atau dilanjutkan oleh pemilik yang lain, dan ini akan membantu pemilik baru tidak setres karena sudah tahu typical burung, kemudian manfaat bagi si burung jelas, berujung tidak akan setres pula. Red*  

 

Sharing Berita

Berita Terkait


Tidak Ada Komentar


Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi