Jogja Japan Week Tampil di UGM


tampilan yang bagus dan memukau

Media online-Majalahburungpas.com warta info umum, Yogya Japan Week (JJW) kali ini tetap menggunakan unsur Shikimatsuri atau Festival 4 Musim yang akan ditampilkan dalam bentuk dekorasi di dalam gedung Graha Saba Pramana UGM.

Berbagi Kesamaan dan Keistimewaan” antara kota budaya Yogyakarta, Indonesia serta Kyoto,Jepang akan menampilkan beragam seni dan budaya masing-masing kota dalam balutan pertunjukan guna memperkaya pengetahuan lintas budaya.

Jepang sebagai negara yang memiliki kemajuan teknologi yang pesata akan tetapi masyarakat tetap mempertahankan budayanya.Dalam gelaran JJW ini Jepang ingin menunjukkan bahwa kemajuan teknologi tidak dapat menghancurkan budaya yang selama ini mereka pelihara.

Dan Yogyakarta sebagai kota budaya hingga saat ini juga masih tetap mempertahankan warisan nenek moyang yang adiluhung. Dengan kolaborasi ke dua negara ini akan terlihat betapa seni dan budaya memang harus selalu tetap dijaga, jangan sampai hilang tergerus perubahan jaman.

Ajang dua tahunan yang merupakan wujud apresiasi masyarakat Yogyakarta terhadap jalinan hubungan kerjasama dengan masyarakat Jepang yang sudah terbina lebih dari dua puluh lima tahun ini melibatkan para seniman dari ke dua negara. Dengan pertunjukan seni dan budaya yang dipusatkan di Graha Saba Pramana UGM juga diharapkan dapat mengangkat Yogyakarta ke mata dunia.

Dalam penampilannya para seniman Jepang yang hadir antara lain Ai Hasuda yang akan menampilkan pertunjukkan tarian tradisional Nihon Buyou. Ada juga tarian Take Kagura dari kota Iwate yang telah mendapatkan penghargaan dari UNESCO tentang Intangibie Heritage.

Serta tidak ketinggalan penampilan dari Master Taiko Ogawa Daisuke. Sementara dari seniman Indonesia dan Yogyakarta, ada Jemek Supardi, Kinanti Sekar Rahina serta Anter Asmorotedjo dan penampilangrup Taiko Indonesia, Umaku Eisa Shinka.

Dalam penampilan 2/8/2015 Selain menampilkan gelar seni budaya, JogjaJapan Week, yang berlangsung dari tanggal 3-6 September ini, juga digelar workshop ikebana, workshop Cha Na Yu, lomba karaoke Jawa dan Indonesia, fashion show Kimono Jepang serta Kimono Batik hingga demontrasi Bridal Make Up artis dari Osaka Bridal House.

Salah seorang seniman Jepang Ogawa Daisuke mengatakan merasa senang bisa dating ke Yogyakarta karena keinginan merupakan impian yang sudah lama dan akhirnya dapat terwujud saat ini. Apalagi kedatangan sekarang membawa misi budaya.

Daisuke pun merasa terkesan dengan keramahan masyarakat Yogyakarta. Oleh karena itu Ia ingin membina pertukaran budaya ini melalui Taiko. Daisuke juga berjanji akan meyebarluaskan informasi tentang Yogyakarta kepada masyarakat Jepang bahwa Yogyakarta tempat yang nyaman untuk dikunjungi. anjar/ym

Sharing Berita

Berita Terkait


Tidak Ada Komentar


Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi